Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ogoh-Ogoh Unik dari Kulit Bawang! Kreasi ST Purwa Jati Kumara Gana Ubud Siap Guncang Pengerupukan 2025

I Wayan Ananda Mustika Putra • Senin, 24 Maret 2025 | 02:36 WIB

Ogoh-ogoh Sekaa Teruna (ST) Purwa Jati Kumara Gana, Banjar Teges Kanginan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar.
Ogoh-ogoh Sekaa Teruna (ST) Purwa Jati Kumara Gana, Banjar Teges Kanginan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar.

BALIEXPRESS.ID – Siapa sangka limbah dapur bisa disulap menjadi karya seni spektakuler? Sekaa Teruna (ST) Purwa Jati Kumara Gana, Banjar Teges Kanginan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, membuat gebrakan dengan menciptakan ogoh-ogoh unik bertema Warsaparwa yang sepenuhnya ramah lingkungan!

Yang membuat ogoh-ogoh ini benar-benar luar biasa adalah bahan utamanya yang tak lazim digunakan dalam pembuatan patung raksasa ini.

Bayangkan saja, 60 kg kulit bawang merah dan bawang bombai menjadi bahan utama, ditambah dengan daun talas, kulit jagung, dan material alami lainnya!

Baca Juga: Video Tak Senonoh Gegerkan Bali: 7 Orang Telanjangi dan Lecehkan Remaja Pencuri, Lalu Dijadikan Konten, Salah Satu Pelaku Perempuan

Setelah dikeringkan, bobot kulit bawang menyusut menjadi 30 kg, namun tetap memberikan efek artistik yang mencolok.

Dari Limbah Jadi Karya Seni, Begini Perjalanannya!

Ide Revolusioner

Menurut I Wayan Gede Sandiyoga, perwakilan ST Purwa Jati Kumara Gana, konsep ini lahir dari tantangan untuk berinovasi sekaligus mendukung peraturan pemerintah tentang ogoh-ogoh ramah lingkungan.

Mereka pun mengumpulkan bahan-bahan ini dari restoran-restoran di sekitar Ubud.

"Kami mendapatkan bahan-bahan ini dari restoran-restoran di sekitar Ubud," ungkapnya.

Baca Juga: 5 Fakta di Balik Kebakaran Ogoh-Ogoh di Denpasar, Api Mengamuk dalam Hitungan Menit!

Dibuat dengan Penuh Perjuangan

Proses pengerjaan dimulai sejak 14 Januari 2025 dengan upacara nuasen karya.

"Proses ini sangat melelahkan dan memakan waktu," kata Sandiyoga.

Lebih dari dua bulan mereka berjibaku dengan tantangan besar, terutama saat menempelkan kulit bawang satu per satu ke bagian ogoh-ogoh.

Kendala di Modul Mesin

Ogoh-ogoh ini juga dilengkapi dengan mekanisme gerak pada bagian bunga yang menopang figur Brahmana.

Namun, minimnya pengalaman di bidang teknik mesin membuat mereka harus berpikir keras untuk menyempurnakan sistemnya.

Karya ini juga akan diarak saat Pengerupukan pada 28 Maret 2025, menjadi puncak dari seluruh usaha yang telah mereka lakukan. ***

Baca Juga: TRAGIS!!! Kronologi dan Penyebab Ogoh-Ogoh Banjar Wangaya Kelod, Denpasar Hangus Terbakar, Tinggal Lima Hari Jelang Pengerupukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Pengerupukan #bali #ubud #ogoh-ogoh #kulit bawang #Kabupaten Gianyar