Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Transformasi Unik Senger, Sang Maestro Bondres Bali: Dari Topeng Keluarga Hingga Panggung Hiburan

I Wayan Ananda Mustika Putra • Kamis, 3 April 2025 | 03:05 WIB

Senger
Senger

BALIEXPRESS.ID - Siapa sangka, di balik riasan wajah topeng Bondres yang ikonik dan lawakan khas Senger, tersembunyi perjalanan seni yang kaya dan inspiratif.

Dari mengintip latihan wayang di masa kecil hingga menjadi maestro seni pertunjukan Bali, Senger membuktikan bahwa seni tradisional memiliki daya tarik yang tak lekang oleh waktu.

Awal mula ketertarikannya pada seni tumbuh sejak kecil, berkat lingkungan tempat tinggalnya di Bedugul yang kental dengan budaya.

Baca Juga: Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes Bikin Persaingan Klub-klub Raksasa Serie A Memanas

Bahkan, ia sempat belajar seni ukir dari ayahnya. Namun, ketertarikannya pada seni rupa, khususnya seni lukis, membawanya ke SMKI (Sekolah Menengah Karawitan Indonesia).

"Di SMKI, saya mulai mengenal dunia seni rupa lebih dalam. Saya juga sempat 'bolos' untuk mengintip latihan wayang dan gamelan," kenangnya.

Inspirasi uniknya berasal dari koleksi topeng keluarga, yang kemudian ia kembangkan menjadi karakter Senger yang menghibur dan digemari masyarakat.

Ia tertarik pada nilai seni dan keunikan topeng Bondres, dan mulai mengembangkan karakternya sendiri.

Baca Juga: Rahasia Sukses I Wayan Suastika: Kedekatan dengan Rakyat dan Raihan 7 Ribu Suara di Karangasem

"Saya terinspirasi dari nilai unik dan seni topeng Bondres. Saya ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dan menghibur," ujarnya.

Namun, perjalanan karirnya tidak selalu mulus, ia sempat mendapat kritik karena dianggap menghina penyandang disabilitas.

Namun, Aji menjelaskan bahwa karakternya terinspirasi dari seni topeng, bukan untuk menghina siapapun.

"Saya justru ingin menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan potensi, meskipun dalam keadaan yang berbeda," tegasnya.

Bagaimana Senger mampu memadukan seni tradisional dengan sentuhan modern?

Setelah berpisah dari partnernya, Sangar, ia kembali fokus pada seni tradisional Bali, khususnya wayang Calonarang.

Ia ingin melestarikan seni pertunjukan yang kaya akan nilai budaya dan etika.

"Saya ingin generasi muda memahami dan menghargai seni tradisional kita. Jangan hanya mengejar popularitas, tapi juga pelajari etika dan estetika seni," pesannya.

Baca Juga: Tradisi Balon Udara Memakan Korban? Detik-detik Petaka Lebaran di Blitar

Kisah Senger adalah contoh inspiratif tentang bagaimana seseorang dapat meraih kesuksesan dengan berbekal bakat, kerja keras, dan kecintaan pada seni budaya. *** 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bondres #bali #Senger #topeng