Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Ni Luh Putu Saswatasya Calon Dokter Muda Bersuara Emas: Antara Stetoskop dan Sunrise di Amed yang Memukau!

IGA Kusuma Yoni • Senin, 21 April 2025 | 02:21 WIB

Ni Luh Putu Saswatasya Widha Putri
Ni Luh Putu Saswatasya Widha Putri

BALIEXPRESS.ID - Di balik kesibukan menempuh kerasnya pendidikan profesi kedokteran di Universitas Udayana, tersimpan sebuah bakat seni yang luar biasa dalam diri Ni Luh Putu Saswatasya Widha Putri, atau yang akrab disapa Tasya Putri.

Gadis berusia 22 tahun ini membuktikan bahwa dedikasi pada dunia medis tak menghalanginya untuk mengekspresikan diri melalui alunan merdu suaranya.

Bahkan, bernyanyi baginya adalah cara ampuh menghilangkan penat di tengah padatnya jadwal kuliah.

Baca Juga: Misteri Panther Hantu! Parkir Sembarangan Ditabrak Pikap Hingga Nyemplung Parit Dini Hari!

Kabar yang lebih menggembirakan, di tengah kesibukannya sebagai calon dokter, Tasya Putri baru saja meluncurkan single perdana yang begitu memikat berjudul "Sunrise di Amed".

Lebih dari sekadar debut, lagu ini ternyata menjadi "obat" mujarab pelepas stres bagi Tasya.

Ditemui beberapa waktu lalu, Tasya mengungkapkan bahwa bernyanyi memang sudah menjadi passion-nya sejak lama.

"Apalagi setelah disibukkan oleh beragam aktivitas di kampus, bernyanyi menjadi salah satu bentuk stress release yang menyenangkan," tuturnya dengan senyum cerah.

Baca Juga: Panik Dikejar Massa, Maling Motor Malah Tabrak Tiang Listrik! Akhirnya...

Lantas, mengapa tema alam, khususnya keindahan Amed, Karangasem, yang dipilih untuk single perdananya?

Dengan antusias, perempuan berambut panjang kelahiran Yogyakarta, 26 Februari 2002 ini, menceritakan kecintaannya yang mendalam pada alam.

Baginya, Amed bukan hanya menyajikan pesona matahari terbit yang memesona dengan latar belakang laut yang luas, tetapi juga menyimpan surga bawah laut dengan spot snorkeling yang indah.

"Selain saya suka keindahan alam, saya juga snorkeling di sana sangat indah. Sehingga di video klip diperlihatkan adegan snorkeling dan biota laut lainnya yang cantik dan berenang bebas," ungkap putri pertama dari empat bersaudara pasangan Dr. dr. I Putu Eka Widyadharma, M.Sc, Sp.S(K) dan dr. Kadek Trisnadewi, M.Biomed (AAM) ini.

Meskipun kini fokus pada pendidikan kedokteran, kecintaan Tasya pada dunia tarik suara telah bersemi sejak kecil.

Hobi ini mendorongnya untuk mengasah kemampuan vokal di Bali Music Centre, yang semakin menumbuhkan keberaniannya untuk tampil di depan publik.

Bahkan, hobinya ini juga membawanya bergabung dengan tim Musikalisasi Puisi Teater Angin SMAN 1 Denpasar.

Prestasi di bidang tarik suara pun tak kalah mentereng.

Lomba pertama yang dimenangkan Tasya adalah bersama tim Musikalisasi Puisi Teater Angin.

Selanjutnya, sederet gelar juara dalam berbagai lomba vokal berhasil diraihnya selama menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Baca Juga: Pegawai Dishub Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kosong, Ada Apa?

Tak hanya itu, bersama timnya, Tasya juga sempat meraih Juara 3 Ilmiah PKM Warrior FK Unud pada tahun 2020, membuktikan bahwa otak brilian dan bakat seni bisa berjalan beriringan.

Kini, Tasya yang sedang menjalani pendidikan dokter tahun kedua (Koas) juga aktif menulis jurnal-jurnal untuk publikasi ilmiah dan tengah mempersiapkan diri untuk ujian akhir UKMPPD. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Sunrise di Amed #unud #Ni Luh Putu Saswatasya Widha Putri