Tangis Haru Bercampur Luka! Curhat Pilu Ibu Baru Korban Bully 'Mandul' di Bali Viral
I Putu Suyatra• Sabtu, 26 April 2025 | 17:41 WIB
MENANGIS: Viral salah seorang "pejuang garis dua" di Bali menangis. Dia mengaku enggan pulang kampung karena sering dibully mandul. (Facebook Ary Kencana)
BALIEXPRESS.ID - Sebuah video menyayat hati mendadak viral di jagat media sosial. Seorang wanita tak kuasa menahan air mata saat menggendong buah hati yang baru saja hadir dalam kehidupannya.
Tangis haru bahagia bercampur dengan luapan kekecewaan mendalam terhadap perlakuan lingkungan sekitar yang kerap membully dirinya karena tak kunjung hamil.
Dalam rekaman yang kini telah ditonton jutaan kali, wanita tersebut menangis sesenggukan, mengungkapkan unek-unek yang selama ini ia pendam.
"Dibilang bekung (mandul). Dibilang penyakitan. Sakit sekali. Sampai saya nggak mau pulang. Kemana pun itu. Karena saya berpikir pulang, apalagi ke Singaraja, dibilang bekung, dibilang sakit-sakitan," isaknya, menyiratkan betapa beratnya tekanan sosial yang ia alami.
Di tengah kesedihannya, ia tak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada kedua orang tuanya yang selalu menjadi sandaran dan memberikan dukungan tanpa henti.
"Terima kasih bapak dan ibu yang selalu berusaha, untuk selalu kuat," ucapnya dengan suara bergetar.
Momen Haru di Tengah Tradisi Nelubulanin
Momen penuh emosi ini diduga kuat direkam saat upacara adat nelubulanin, sebuah tradisi penting di Bali yang menandai tiga bulan usia seorang bayi.
Di tengah acara sakral tersebut, hadir pula pasangan musisi Bali ternama, Ary Kencana dan Neli Ambarawati, yang turut memeriahkan suasana sekaligus membawakan lagu mereka yang begitu menyentuh, "Pejuang Garis Dua".
Lagu yang diciptakan Ary Kencana berdasarkan kisah nyata perjuangan pasangan suami istri menantikan kehadiran buah hati ini, semakin menambah haru suasana.
Liriknya yang kuat dan penuh empati seolah menjadi representasi dari apa yang dirasakan oleh wanita dalam video tersebut.
Reaksi Warganet Banjir Air Mata dan Dukungan
Tak ayal, video curahan hati ibu baru ini langsung menyedot perhatian publik.
Hingga kini, video tersebut telah ditonton lebih dari 2,6 juta kali, menuai lebih dari 2.100 komentar, dan dibagikan lebih dari 5.700 kali. Berbagai akun media sosial lainnya pun turut mengunggah ulang momen yang begitu menyentuh ini.
Kolom komentar pun dibanjiri ungkapan dukungan dan empati dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan bullying dan memberikan semangat kepada para "pejuang garis dua" lainnya.
"Tangis kebahagiaan dan kekecewaan menyatu, selamat ya Mbok. Ikut senang dengan kebahagiaannya dan berempati dengan kesedihannya," tulis akun Tobing Crysnanjaya.
"Rahayu, dulu tiyang sepuluh tahun nebelang mua ajak kuping nahanang jengah (menebalkan muka dan kuping, menahan rasa malu) di-bully karena belum punya keturunan. Astungkara Sweca ida sesuhunan mangkin sampun kapaica sentana (sudah mendapat keturunan) Cewek dan Cowok," ungkap akun Ketut Juliawan, berbagi pengalamannya.
"Pedes banget iya kata-kata manusia, kenapa perempuan selalu yg disalahkan. Ikut sedih liat mbaknya," timpal akun Ketut Astini, merasakan kepedihan yang sama.
"Setiap ada video Bli Ary tentang garis dua saya selalu meneteskan air mata. Antara merasakan rasa senang, sedih, bahagia melihat mereka yang berusaha mendapatkan "harta terindah" Mereka dalam pernikahan mereka," tulis akun Goes Eka, terhanyut dalam emosi.
Kisah pilu sekaligus membahagiakan ini menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga ucapan dan menghargai perjuangan setiap individu, terutama dalam hal memiliki keturunan.
Semoga kebahagiaan selalu menyertai ibu baru dan sang buah hati tercinta. ***