Lebih dari Sekadar Ibu Bimbim: Mengenang Bunda Iffet, Sang 'Malaikat Penyelamat' Band Legendaris Slank
I Putu Suyatra• Senin, 28 April 2025 | 02:18 WIB
Bimbim Slank (kiri bawah) bersama Bunda Iffet (kanan berkacamata) semasa hidupnya.(Abdul Rahman/JawaPos.com)
BALIEXPRESS.ID - Dunia musik Indonesia berduka. Kabar duka menyelimuti keluarga besar band legendaris Slank dan para penggemarnya.
Sosok sentral di balik layar kesuksesan Slank, Iffet Vecheha Sidarta atau yang akrab disapa Bunda Iffet, telah berpulang ke Rahmatullah pada Sabtu, 26 April 2025, pukul 22.42 WIB di usia 87 tahun.
Kabar duka ini disampaikan langsung oleh kedelapan buah hatinya melalui pernyataan resmi.
"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Telah wafat dengan tenang diiringi keluarga tercinta, Bunda Iffet Veceha binti Abdul Azis St Besar (87 tahun) pada hari ini Sabtu 26 April 2025 pukul 22.42 WIB," tulis mereka dengan penuh duka.
Namun, kepergian Bunda Iffet meninggalkan jejak yang begitu mendalam, jauh melampaui statusnya sebagai ibu dari Bimbim, sang drummer karismatik sekaligus pendiri Slank.
Bagi Slank dan para Slankers, Bunda Iffet adalah sosok "malaikat penyelamat".
Bayangkan sebuah band dengan potensi besar, namun terombang-ambing di tengah badai konflik internal dan ancaman perpecahan di era awal 1990-an.
Di saat genting itulah, Bunda Iffet hadir bak oase di padang pasir.
Dengan keteguhan hati, kesabaran yang tak terbatas, dan limpahan kasih sayang, ia turun tangan langsung mengambil alih peran manajer.
Lebih dari sekadar mengatur jadwal dan urusan administratif, Bunda Iffet menjadi pembimbing moral bagi para personel Slank.
Ia merangkul mereka, menasihati, dan menjaga kebersamaan di tengah berbagai perbedaan.
Sentuhan tangan dinginnya mampu merajut kembali kekompakan yang hampir sirna, hingga akhirnya Slank mampu bangkit, bertahan, dan terus melahirkan karya-karya fenomenal yang mengukuhkan mereka sebagai salah satu ikon musik terbesar di Indonesia.
Lahir di Jakarta pada 12 Agustus 1937, kesederhanaan dan kehangatan Bunda Iffet terpancar dalam setiap interaksinya.
Ia dikenal sebagai sosok yang penuh kasih dan memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung dunia kreatif anak muda.
Rumahnya di Jalan Potlot 3 No.14, Durentiga, Jakarta Selatan, bukan hanya menjadi kediaman keluarga, tetapi juga rumah kedua bagi komunitas Slank dan para Slankers.
Tempat ini menjadi saksi bisu lahirnya ide-ide kreatif dan semangat kebersamaan lintas generasi.
Kepergian Bunda Iffet meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, Slank, Slankers, dan seluruh insan musik Indonesia.
Jenazahnya telah dimakamkan di TPU Karet Bivak blok AA1 blad 042 pada Minggu, 27 April 2025.
Namun, warisan semangat dan kasih sayangnya akan terus hidup dalam setiap nada dan lirik lagu Slank, serta dalam hati setiap orang yang mengenalnya.
Keluarga besar Bunda Iffet memohon keikhlasan dan doa dari seluruh masyarakat agar almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala dosanya, dan mendapatkan tempat terbaik di surga.
"Mohon keikhlasan memaafkan almarhumah bila ada kesalahan semasa hidupnya," tutup pernyataan resmi keluarga. Selamat jalan, Bunda Iffet. Jasa dan cintamu akan selalu kami kenang. ***