Heboh! Nenek 104 Tahun Asal Pamekasan Jadi Jemaah Haji Tertua se-Jatim, Rahasianya Bikin Melongo!
I Putu Suyatra• Jumat, 30 Mei 2025 | 14:13 WIB
Marhamah, 104 tahun, jamaah haji tertua se-Jawa Timur asal Pamekasan. (Dokumentasi PPIH Embarkasi Surabaya)
BALIEXPRESS.ID – Di tengah hiruk pikuk persiapan ibadah haji 2025, sosok Marhamah (104), nenek asal Desa Palengan Laok, Pamekasan, mendadak menjadi sorotan.
Bagaimana tidak, di usianya yang telah seabad lebih, ia dinobatkan sebagai jemaah haji tertua se-Jawa Timur! Kisahnya tak hanya menginspirasi, tetapi juga memicu rasa penasaran tentang rahasia kebugaran dan panjang umurnya.
Meskipun usianya sudah sangat senja, fisik Marhamah terlihat luar biasa bugar.
Kulit sawo matangnya masih tampak kencang, membuat banyak orang tak percaya ketika tahu usianya sudah lebih dari 100 tahun.
Apa sebenarnya rahasia di balik penampilannya yang awet muda ini?
Ayyamah (40), anak kedelapan Marhamah, akhirnya membongkar rahasia sederhana sang ibunda.
Ternyata, resep panjang umur Marhamah adalah rajin shalat wajib dan sunah, tak pernah lepas dari membaca shalawat nariyah, serta disiplin ketat dalam menjaga pola makan.
"Ibu saya ini tidak mau makan nasi dari magic com. Kalau mau makan nasi harus dimasak secara tradisional di kompor," ungkap Ayyamah saat ditemui di Asrama Embarkasi Surabaya, Kamis (29/5).
Lebih lanjut, Ayyamah menjelaskan bahwa Marhamah hanya mengonsumsi makanan rebus dan menghindari makanan mengandung bahan pengawet.
Pola makan sehat ini ternyata juga diterapkan oleh ayahnya yang kini berusia 108 tahun!
"Alhamdulillah di usia memasuki 104 tahun, ibu masih sehat hanya pendengarannya sudah berkurang kemampuannya. Tetapi beliau ini tidak punya sakit diabetes maupun hipertensi,” tambah Ayyamah, membuat banyak orang semakin kagum.
Perjuangan Menabung di Celengan Bambu Demi Tanah Suci
Impian Marhamah untuk berhaji ternyata sudah terpendam sangat lama.
Keterbatasan ekonomi dan tanggung jawab merawat 10 anggota keluarga sempat menjadi penghalang. Namun, hal itu tak memadamkan semangatnya.
Semasa muda, Marhamah gigih bekerja sebagai petani, menanam berbagai komoditas seperti tembakau, kangkung, bayam, hingga kacang.
Dari hasil jerih payahnya, ia menyisihkan uang seadanya untuk ditabung di celengan bambu demi mewujudkan impian menjadi Tamu Allah.
“Biasanya kalau punya uang 100 ribu, yang 30 ribu ditabung di celengan bambu. Seperti itu selama bertahun-tahun. Pas sudah 25 juta, uang yang terkumpul, langsung digunakan untuk mendaftar haji tahun 2019," kenang Ayyamah.
Kini, penantian panjang Marhamah akan segera berakhir. Ia bersama anaknya dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Juanda menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada Jumat (30/5) pukul 15.05 WIB.
Kisah Marhamah ini menjadi bukti nyata bahwa kesabaran, kerja keras, dan doa bisa mewujudkan impian terbesar, bahkan di usia yang tak lagi muda. ***