Tersembunyi di Balik Sawah: Kisah Jenius I Ketut Sumerjaya Menyulap Lahan Tidur Menjadi Destinasi Kuliner Unik
I Wayan Adi Prabawa• Sabtu, 31 Mei 2025 | 13:42 WIB
I Ketut Sumerjaya
BALIEXPRESS.ID – Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata dan kuliner di Bali, ada sebuah permata tersembunyi yang lahir dari visi luar biasa seorang warga lokal.
Perkenalkan I Ketut Sumerjaya, sosok jenius asal Banjar Dinas Lepang Kangin, Desa Takmung, Banjarangkan, Klungkung, yang berhasil menyulap lahan sawah tidak produktif seluas 18 are menjadi destinasi kuliner sekaligus rekreasi yang memukau: Rumah Makan Nirmala.
Rahasia di Balik Jalan Setapak: Mengapa Nirmala Begitu Istimewa?
Berbeda dari restoran pada umumnya, Rumah Makan Nirmala sengaja didesain untuk menjadi sebuah "harta karun" yang perlu dicari.
Terletak jauh dari keramaian, bahkan memasuki areal persawahan dari bypass Ida Bagus Mantra, tempat ini menawarkan pengalaman unik sejak perjalanan menuju lokasi.
Namun, begitu tiba, Anda akan disuguhkan pemandangan yang tak terduga.
"Kami ingin menyuguhkan pemandangan yang berbeda dari rumah makan lainnya," ungkap Sumerjaya, pria kelahiran 1977 ini.
"Di sini, selain bisa makan, tempat ini juga bisa untuk menghilangkan penat dengan mancing."
Lebih dari Sekadar Mujair Nyat-Nyat: Kolam Pancing sebagai Magnet Utama
Meski ikan mujair nyat-nyat menjadi menu andalan yang lezat, daya tarik utama Nirmala terletak pada keberadaan kolam pancing luas.
Pengunjung tidak hanya bisa bersantap, tetapi juga langsung menyalurkan hobi memancing mereka.
Bahkan, para penghobi pancing bisa datang hanya untuk memancing tanpa harus makan.
Sebuah konsep cerdas yang menggabungkan kenikmatan kuliner dan rekreasi dalam satu tempat.
Sejak berdiri pada tahun 2014, Rumah Makan Nirmala telah menjadi pilihan favorit untuk berbagai acara. Dengan lima gazebo berjejer dan pilihan tempat makan formal, tempat ini sering menjadi lokasi pertemuan kantor atau perkumpulan.
Menariknya, untuk bisa menggunakan fasilitas pertemuan lengkap dengan wifi dan sound system, pengunjung tidak perlu menyewa tempat, cukup dengan memesan makanan untuk seluruh peserta.
Visi Tanpa Batas: Ketika Insting Membangun Destinasi
Apa yang membuat ide brilian ini terlintas di benak Sumerjaya? Ia mengaku tempat ini adalah warisan orang tuanya, dan melihat banyaknya mata air di lokasi, ia terinspirasi untuk membuat kolam.
Padahal, ia sendiri tidak memiliki hobi memancing!
"Modal lagas (modal nekat), saya yang mengkonsep ini semua," ujarnya merendah, padahal desain tempat yang tertata elok ini seolah hasil karya arsitek profesional.
Saat ini, operasional Rumah Makan Nirmala dikelola oleh sang istri, Ni Kadek Rustini, dibantu oleh dua orang karyawan.
"Sampai saat ini Astungkara kami masih tetap buka dan jalan. Yang namanya berjualan, kadang ramai, kadang sepi, itu sudah biasa," tutupnya.
Kisah I Ketut Sumerjaya dan Rumah Makan Nirmala adalah bukti nyata bagaimana sebuah ide sederhana, dipadukan dengan kejelian melihat potensi dan keberanian berinovasi, dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
Sebuah destinasi yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyegarkan pikiran. ***