7 Fakta Tak Terduga Transformasi Mengejutkan Umar Patek: Dari Perakit Bom Kini Racik Kopi Damai dengan Kisah Inspiratif!
I Putu Suyatra• Rabu, 4 Juni 2025 | 13:06 WIB
Eks napi teroris, Umar Patek, luncurkan Ramu Kopi buatannya. (Julana Christy/JawaPos.com)
BALIEXPRESS.ID – Nama Umar Patek, yang dulu lekat dengan peristiwa kelam Bom Bali 1 tahun 2002, kini muncul dengan babak hidup yang sama sekali baru.
Eks narapidana teroris ini telah memilih jalur perubahan yang mengejutkan, bukan lagi dengan ledakan, melainkan dengan aroma harum kopi racikan sendiri.
Pada Selasa (3/6) lalu, di Hedon Estate Surabaya, ia resmi meluncurkan merek kopi personalnya: Ramu Kopi.
Peluncuran ini bukan sekadar bisnis, melainkan simbol perjalanan penebusan dan harapan baru.
Namun lebih dari itu, "Ramu Kopi" menjadi simbol kuat dari komitmennya untuk memilih hidup baru.
"Ini bukan hanya soal kopi, tapi tentang perubahan," tegas Umar.
3. Tolak Uang, Pilih Pekerjaan: Awal Mula Ide Bisnis Kopi yang Tak Terduga
Setelah bebas dari Lapas Porong pada Desember 2022, Umar bertemu Drg. David Andreasmito, pemilik Hedon Estate.
David sempat menawarkan bantuan finansial, namun ditolak mentah-mentah oleh Umar.
"Saya gak butuh uang, saya butuh kerja," katanya.
Kebetulan, kopi buatan Umar pernah disuguhkan pada David, dan dari situlah ide bisnis Ramu Kopi lahir!
4. Ragam Varian Ramu Kopi: Dari Signature Blend hingga Kopi Rempah Khas Bondowoso
Umar Patek tidak main-main dalam merintis bisnisnya. Dibantu ahli kopi rekan David, Ramu Kopi menawarkan beragam varian menarik, seperti Signature Blend, Arabika Ijen, Robusta, dan Kopi Rempah.
Sebagian besar biji kopi yang digunakan berasal dari daerah Bondowoso, menjanjikan cita rasa autentik dan berkualitas.
5. Dukungan Mengejutkan dari Mantan Kepala Densus 88: Simbol Persatuan Bangsa
Momen peluncuran Ramu Kopi semakin istimewa dengan kehadiran Komjen Pol Marthinus Hukom, mantan Kepala Densus 88 yang kini menjabat Kepala BNN.
"Kami dulu bermusuhan. Tapi sekarang kami sama-sama meletakkan senjata. Kita satu bangsa," ungkap Marthinus, mengapresiasi transformasi Umar dan berharap kisahnya menginspirasi mantan pelaku kekerasan lainnya.
6. Restu dari Penyintas Bom Bali dan Tokoh Perdamaian: Bukti Memaafkan dan Mendukung Perubahan
Yang paling menyentuh, Chusnul Chotimah, salah satu penyintas Bom Bali 1, hadir langsung dan menyatakan telah memaafkan Umar.
Ia bahkan mendukung bisnis kopinya agar memberikan manfaat!
Ali Fauzi, Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian, juga turut memberikan dukungan.
"Saya sudah coba kopinya. Memang enak. Umar punya masa depan seperti eks napiter lain yang mau berubah," ujarnya.