Kisah Wahyu Chandra: Dari Lapangan Basket ke Seleksi Paskibraka Nasional 2025, Akankah Jadi Pengibar Bendera Pusaka?
IGA Kusuma Yoni• Sabtu, 14 Juni 2025 | 00:53 WIB
I Made Wahyu Chandra Astika (kiri) ketika bersama dengan Bupati Tabanan, Komang gede Sanjaya.
BALIEXPRESS.ID - Kisah inspiratif datang dari Tabanan! I Made Wahyu Chandra Astika, siswa berprestasi dari SMAN 1 Tabanan, sukses melaju ke tahap seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2025.
Sebuah pencapaian luar biasa yang membawa nama Bali ke kancah nasional. Namun, di balik keberhasilan ini, tersimpan cerita menarik yang mungkin tidak Anda duga!
Wahyu, pemuda asal Banjar Kayu Puring, Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, ini mengaku awalnya tak pernah terbesit niat untuk bergabung dengan Paskibraka.
"Awalnya tidak ada niat ikut Paskibraka," ungkapnya. Lantas, apa yang membuat Wahyu akhirnya memilih jalur ini?
Motivasi muncul dari sosok terdekatnya.
"Saya melihat kakak saya pernah ikut di tingkat provinsi, dari sana saya mulai termotivasi untuk ikut seleksi mulai dari tingkat sekolah," jelas Wahyu.
Dari sinilah perjalanan panjang Wahyu dimulai, melewati seleksi ketat di tingkat sekolah, kabupaten, hingga provinsi.
Berbagai tahapan, mulai dari tes fisik, wawasan kebangsaan, hingga disiplin baris-berbaris berhasil ia taklukkan.
Dari seluruh Bali, hanya enam pelajar terbaik yang lolos ke tahap seleksi nasional di Jakarta.
Wahyu menjadi satu-satunya perwakilan dari Tabanan, bersama dengan satu orang dari Badung, satu dari Karangasem, dan tiga dari Denpasar.
Kini, mereka akan bersaing ketat dengan perwakilan dari seluruh penjuru Indonesia.
Meski belum ada kepastian apakah ia akan menjadi bagian dari petugas resmi upacara 17 Agustus 2025 nanti, Wahyu mengaku sangat bangga dan bersyukur bisa sampai di titik ini.
"Sudah sampai tahap nasional saja saya merasa sangat bangga dan bersyukur. Ini pengalaman luar biasa," tuturnya dengan penuh semangat.
Bagi Wahyu, Paskibraka bukan hanya soal menggapai prestasi semata. Pengalaman ini adalah langkah awal untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang abdi negara, yaitu anggota Polri.
"Saya ingin jadi abdi negara, menjadi polisi. Semoga pengalaman ini bisa bantu saya wujudkan cita-cita itu," harapnya.
Tak banyak yang tahu, Wahyu juga adalah seorang atlet basket berprestasi.
Sejak kecil, ia sudah akrab dengan aktivitas fisik dan dikenal sebagai atlet andalan.
Bahkan, Wahyu terpilih sebagai salah satu atlet Porjar untuk memperkuat tim basket SMAN 1 Tabanan.
Namun, demi fokus pada Paskibraka dan mencari pengalaman baru, ia rela tidak ikut Porjar tahun ini.
"Sedih sih tidak bisa ikut Porjar, tapi karena saya ingin fokus di Paskibraka dan ingin mendapat pengalaman baru," tambahnya.
Saat ini, Wahyu tengah bersiap untuk pengarahan dari Provinsi Bali pada 16 Juni, sebelum akhirnya mengikuti tahapan lanjutan seleksi nasional yang akan menentukan nasibnya pada 17 Agustus 2025 mendatang.
Mampukah I Made Wahyu Chandra Astika, siswa SMAN 1 Tabanan ini, mengibarkan Bendera Pusaka di Istana Negara? Akankah mimpinya menjadi abdi negara terwujud melalui jalur Paskibraka? Mari kita nantikan bersama perjuangan inspiratif pemuda Bali ini! ***