BALIEXPRESS.ID — Pura Alang Sanja yang terletak di Banjar Koripan Kangin, Desa Pekraman Banjarangkan, Klungkung, merupakan sebuah tempat suci sekaligus saksi sejarah penting perlawanan Kerajaan Nyalian saat terjadi pertempuran melawan Kerajaan Gianyar dan Klungkung pada tahun 1780.
Ketua Umum Maha Gotra Tirta Harum (MGTH) Anak Agung Gde Putra Wiraguna menjelaskan berdasarkan babad dan catatan sejarah yang dihimpun oleh Maha Gotra Tirta Harum, pertempuran tersebut terjadi akibat upaya Raja Gianyar I Dewa Manggis Dimadia untuk meminjam Keris Ki Lobar. Dimana Keris Ki Lobar merupakan sebuah pusaka penting milik Kerajaan Nyalian dari I Dewa Bebed, raja yang tengah memimpin saat itu.
"Bersama dua raja lain, yaitu Raja Bangli I Dewa Ayu Den Bencingah dan Raja Tamanbali I Dewa Anom Teka, I Dewa Bebed sepakat untuk mempertahankan keris tersebut," tuturnya.
Peperangan kemudian meletus di Koripan Kangin. Dalam pertempuran tersebut, I Dewa Bebed menunjukkan kepahlawanannya, sehingga pasukan Gianyar dan Klungkung tercerai-berai.
Namun, I Dewa Bebed kemudian terluka parah akibat sebuah serangan dari I Dewa Agung Dimadia, Raja Klungkung, yang melukai beliau di antara alis.
I Dewa Bebed kemudian mundur sambil dipapah oleh para prajuritnya dan tiba di perempatan Pasar Tusan, kemudian diteruskan ke Banjar Klaciran, Nyalian, dimana beliau wafat.
"Jasa dan pengorbanan I Dewa Bebed kemudian diberi penghormatan, sehingga beliau diberi gelar Ida Betara Mantuk Ring Alang Sanja," imbuhnya.
Sebelumnya, di padang ilalang tersebut didirikan sebuah pura, yaitu Pura Alang Sanja, untuk mengenang peristiwa penting tersebut.
Selain aspek historisnya, Pura Alang Sanja juga menjadi pusat kegiatan agama dan budaya masyarakat setempat. Pura yang diberdayakan oleh Maha Gotra Tirta Harum tersebut tengah diberi perawatan, perbaikan, dan diberi sarana pendukung sesuai ajaran agama Hindu.
Pengempon Pura Alang Sanja saat ini melibatkan perwakilan keluarga besar Maha Gotra Tirta Harum (MGTH). Dalam kepengurusannya, terdapat kelihan, panyarikan, bendahara, dan anggota yang bertanggung jawab menjaga kesucian dan kelestarian pura tersebut. "Pujawali Pura Alang Sanja jatuh setiap Anggara Kliwon Tambir," lanjutnya.
Selain kegiatan upacara keagamaan, Pura Alang Sanja juga menjadi ruang penting untuk menjaga hubungan kekerabatan, penghormatan terhadap leluhur, dan penerapan ajaran dharma bagi generasi penerus. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana