Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Nyoman Dolpin, Pahlawan Lingkungan di Balik Gemerlap Kuta: Dari Hutan Mangrove Rusak dan Sungai Sampah Jadi Kawasan Emas Kalpataru!

Putu Resa Kertawedangga • Sabtu, 21 Juni 2025 | 13:11 WIB

I Nyoman Sukra alias Nyoman Dolpin
I Nyoman Sukra alias Nyoman Dolpin

BALIEXPRESS.ID – Di balik hingar-bingar pariwisata Kuta, Kabupaten Badung, Bali, yang mendunia, ada kisah heroik yang jarang tersorot. Kisah perjuangan tak kenal lelah seorang putra daerah, I Nyoman Sukra alias Nyoman Dolpin, yang bersama timnya berhasil mengubah kawasan konservasi yang rusak parah menjadi paru-paru hijau Kuta yang kembali asri.

Bahkan, upaya mereka telah diganjar dua penghargaan Kalpataru, termasuk yang terbaru di tahun 2025!

Dari "Sampah Kiriman" Hingga Mangrove Mati: Potret Kelam Kuta di Masa Lalu

Siapa sangka, di tengah ramainya wisatawan, hutan mangrove dan Tukad Mati di Kuta pernah berada dalam kondisi memprihatinkan.

Baca Juga: Kisah Pilu Ibu Penjual Nasi Gemuk dan Perjuangan Selamatkan Anak dari Narkoba: Dedi Mulyadi Turun Tangan!

Sejak era 1990-an, seiring pesatnya perkembangan pariwisata, Tukad Mati menjadi tempat pembuangan sampah raksasa.

Mulai dari popok sekali pakai, perabotan rumah tangga, hingga bangkai binatang bahkan jenazah pernah ditemukan mengapung di sana.

Sementara itu, kawasan hutan mangrove di sekitarnya juga rusak parah akibat perusakan dan penebangan.

"Kami tak pernah memesan sampah, tapi sampah tetap datang," ucap Nyoman Dolpin, pria 50 tahun yang kini menjabat Ketua Komunitas Peduli Sungai Tukad Mati Lestari.

Kondisi inilah yang membakar semangat Nyoman Dolpin dan tim dari Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari untuk bertindak.

Baca Juga: Tradisi Gebug Ende di Patas, Ritual Memohoh Hujan, Dilaksanakan saat Musim Tanam Jagung  

Mereka menyadari pentingnya menjaga lingkungan sebagai ruang terbuka hijau di tengah mahalnya lahan di Kuta.

"Ini yang kita harapkan menjadi paru-parunya," ujarnya.

Sentuhan "Nyoman Dolpin": Mangrove Kembali Menghijau, Satwa Kembali Pulang!

Langkah pertama yang dilakukan Nyoman Dolpin adalah menyelamatkan hutan mangrove. Hasilnya mencengangkan!

Sekitar 25 hektare hutan mangrove berhasil direhabilitasi, naik signifikan dari yang sebelumnya hanya 12 hektare.

Tak hanya pohon-pohon yang kembali rimbun, satwa liar yang dulu menghilang kini kembali menampakkan diri.

"Jangankan mencari burung, biawak pun dulu tidak ada," kenang Nyoman Dolpin, menggambarkan betapa parahnya kerusakan kala itu. Kini, burung-burung, ikan, dan berbagai satwa liar lainnya kembali mendiami habitat aslinya.

Setelah mangrove, fokus beralih ke Tukad Mati. Sungai ini, bagi Nyoman Dolpin, bukan sekadar aliran air, melainkan "benteng terakhir menghadang banjir dan limbah" karena posisinya sebagai muara.

Bersama 49 warga yang konsisten dalam gerakan pembersihan sungai tiga kali seminggu, Nyoman Dolpin tak hanya membersihkan, tetapi juga mengedukasi.

Masyarakat bantaran sungai diajak mengubah cara pandang, dari menganggap sungai sebagai 'halaman belakang' menjadi 'halaman depan' rumah mereka.

Baca Juga: Bupati dan Wabup Klungkung Siap Ikuti Orientasi Kepemimpinan di Jatinangor

Berbuah Manis: Dua Penghargaan Kalpataru Bukti Perjuangan Tak Sia-sia!

Upaya gigih Nyoman Dolpin dan timnya pun berbuah manis. Mereka pertama kali meraih penghargaan Kalpataru kategori Penyelamat Lingkungan pada tahun 2019.

Dan yang terbaru, di tahun 2025 ini, mereka kembali diganjar penghargaan prestisius: Kalpataru Lestari dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) RI.

Sebuah pengakuan yang mengejutkan Nyoman Dolpin sendiri, karena ia tak menyangka perjuangannya dipantau langsung oleh pemerintah pusat.

Kisah Nyoman Dolpin dan Komunitas Peduli Sungai Tukad Mati Lestari adalah inspirasi nyata bagaimana dedikasi masyarakat mampu membawa perubahan besar bagi lingkungan.

Ini adalah bukti bahwa Kuta tak hanya tentang pantai dan pariwisata, tetapi juga tentang perjuangan pelestarian alam yang tak pernah padam.

Kira-kira, upaya apa lagi yang akan dilakukan Nyoman Dolpin dan timnya untuk masa depan lingkungan Kuta? ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #lingkungan #Kabupaten Badung #pariwisata #mangrove #I Nyoman Sukra #kuta