BALIEXPRESS.ID- Keterbatasan penglihatan tidak membuat I Wayan Tumpek,60, berhenti berkarya.
Pria asal Banjar Dinas Telengan, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, ini tetap berusaha mandiri dengan memproduksi keset berbahan serabut kelapa.
Keterampilan membuat keset ini diperolehnya melalui pelatihan. Sejak setahun terakhir, Tumpek mulai menekuni usaha pembuatan keset.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Xenia dan Minibus di Jalur Tengkorak Tabanan Akibat Sopir Mengantuk
Meski tidak bisa keluar rumah, ia tetap mendapat pelanggan yang datang langsung ke kediamannya.
“Untuk serabut kelapa saya membeli," tuturnya Tumpek ditemui pada Senin (30/6/2025).
Proses pembuatan satu keset memerlukan sekitar satu minggu, menggunakan sekitar tiga serabut kelapa per buah.
Baca Juga: Perdana Digelar oleh Yayasan Yasa, Telaah Sastra Hindu Nusantara Sasar Pemangku di Buleleng
Hasil kerajinannya dijual dengan harga Rp 20 ribu per keset. Namun belakangan, belum ada pembeli sehingga ia memilih berhenti memproduksi sementara waktu.
Tumpek tinggal bersama saudara dan iparnya, yang juga membantu memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Ia merupakan anak sulung dari empat bersaudara yang tidak memiliki istri, dan seluruh kebutuhan pribadinya diurus oleh keluarga.
Ketika Bali Express (Jawa Pos Group) berkunjung ke rumahnya, Tumpek tengah berada di dalam kamar, dengan tumpukan keset hasil karyanya tersusun rapi di depan pintu.
Meski pergerakannya terbatas, ia tetap bersemangat untuk terus berkarya dan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki. (*)
Editor : I Made Mertawan