BALIEXPRESS.ID- Seekor anjing hitam tampak tertidur di sudut ruang kerja Kepala Bagian Perekonomian Setda Bangli Dwi Wahyuni pada Kamis (24/7/2025).
Namanya Selem, anjing liar yang dulu ditemukan dalam kondisi sakit, kini menjadi teman setia Wahyuni selama bekerja.
Selem tetap terlelap, seolah memahami bahwa tuannya sedang bercerita tentang kepeduliannya terhadap sesama makhluk hidup.
Wahyuni memang dikenal sebagai pejabat yang memiliki kepedulian besar terhadap anjing-anjing terlantar.
Ia mulai aktif merawat anjing sejak tahun 2018. Semua berawal dari rasa iba melihat anjing liar yang sakit dan kelaparan di jalanan.
Satu per satu anjing tersebut ia bawa pulang dan dirawat dengan penuh kasih sayang.
Kini, ada enam ekor anjing berbagai jenis yang menjadi penghuni tetap rumahnya di Desa Bunutin, Kecamatan Bangli.
Semua anjing itu ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, lalu ia obati, vaksinasi, bahkan disteril untuk yang betina.
Wahyuni tidak hanya memberi tempat tinggal, tapi juga memastikan hewan-hewan itu kembali sehat dan nyaman.
“Kalau lihat video anjing disakiti, saya tidak bisa tidur,” ucap perempuan 46 tahun ini.
Baginya, merawat hewan terlantar adalah bentuk empati yang tak bisa ditunda. Kepeduliannya tak berhenti di rumah.
Di ruang kerjanya, Wahyuni memelihara Selem yang setiap hari menemaninya selama jam kantor.
Saat ia pulang kerja, Selem dipastikan keluar ruangan. “Kalau saya pulang, anjing ini ikut keluar, takut terkunci di dalam,” ujar ibu dua anak ini.
Setiap pagi, Wahyuni juga disambut lima ekor anjing liar lain di area kantor tempatnya bekerja yang berada di kompleks Kantor Bupati Bangli.
Anjing-anjing tersebut rutin menunggu makanan karena Wahyuni selalu membawakan pakan.
Pada hari libur atau saat dinas luar daerah, ia tetap memastikan anjing-anjing itu tidak kelaparan.
“Kalau dinas keluar daerah, saya titip ke orang untuk beri makan,” ungkapnya.
Setelah makan, anjing-anjing liar itu diarahkan pergi agar tidak mengganggu aktivitas di lingkungan kantor.
Lulusan IPDN ini tetap menjaga ketertiban meski punya kepedulian tinggi terhadap hewan.
Tak hanya di rumah dan kantor, Wahyuni juga rutin memberi makan anjing liar kelaparan yang ditemuinya di jalan.
Di dalam mobilnya selalu tersedia makanan kering untuk anjing. Jika persediaan habis, ia tak segan membelikan nasi atau bakso.
Kepedulian Wahyuni mendapat dukungan penuh dari keluarganya.
Salah satu anaknya bahkan mengikuti jejaknya dalam memberi makan anjing liar.
Bagi Wahyuni, anjing adalah makhluk setia dan penuh pengertian. “Saya merasa aman kalau lembur ditemani anjing di ruangan,” tuturnya. (*)
Editor : I Made Mertawan