Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Made Putra Edi, Mekanik Desa yang Sukses Bangun Jaringan Bengkel Besar di Buleleng

Dian Suryantini • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 13:58 WIB

 

 

Made Putra Edie saat melakukan opening bengkel cabang Bungkulan di Buleleng.
Made Putra Edie saat melakukan opening bengkel cabang Bungkulan di Buleleng.

BALIEXPRESS.ID – Di balik oli dan bau minyak pelumas, terselip kisah inspiratif tentang kegigihan seorang pemuda desa yang kini mengendalikan salah satu jaringan bengkel sepeda motor terbesar di Buleleng.

Pemuda itu adalah Made Putra Edi atau lebih dikenal dengan nama Edie Arta, pengusaha muda asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng yang membangun usahanya dari nol dengan kedua tangannya sendiri.

“Awal-awal saya sendiri yang mengerjakan semua. Tangan ini belepotan oli, itu sudah biasa,” kenang Edi, menceritakan masa-masa awal mendirikan bengkel kecil di kampung halamannya.

Kini, dari bengkel sederhana itu, Edie Arta Motor telah tumbuh menjadi jaringan bengkel yang memiliki lima cabang yang tersebar di berbagai titik di Buleleng—mulai dari Bengkala di Kubutambahan, Tangguwisia di Seririt, Bungkulan, Sukasada, hingga Kelurahan Banjar Bali, Singaraja.

Total, Edi telah memperkerjakan 230 karyawan dan seluruhnya menerima upah sesuai standar UMK.

Namun, bukan sekadar kuantitas, Edi juga sangat memperhatikan kualitas sumber daya manusianya.

Ia percaya, karyawan adalah aset utama perusahaan. “Saya anggap mereka sebagai rekan, bukan bawahan. Ada reward juga seperti wisata ke luar daerah, bahkan luar negeri,” ujarnya.

Untuk menjaga profesionalisme, Edi menerapkan standar penampilan yang ketat.

Tidak hanya urusan seragam yang terjadwal rapi setiap hari, ia bahkan menyediakan timbangan di pintu masuk bengkel untuk memantau berat badan karyawan.

Menurutnya, penampilan yang rapi dan menarik turut memengaruhi kepuasan pelanggan.

“Paras cantik, ganteng, rambut rapi itu penting. Bahkan berat badan juga saya perhatikan agar tampil tetap prima di depan pelanggan,” jelasnya.

Tidak berhenti sampai di layanan bengkel, Edie Arta Motor kini juga merambah ke sektor distribusi suku cadang.

Bengkel ini telah menjadi salah satu pemasok onderdil utama ke berbagai bengkel di wilayah Buleleng.

Untuk mendukung skala usaha yang semakin luas, Edi kini fokus membangun gudang penyimpanan yang representatif.

“Cabang baru belum saya pikirkan sekarang, karena fokus saya adalah membangun gudang yang bagus untuk keluar-masuk barang,” ujarnya.

Di balik kesuksesannya, Edi menyimpan pelajaran penting dari masa lalu. Ia pernah terkena masalah perpajakan akibat kurang pemahaman.

Sejak saat itu, ia rajin mengikuti seminar dan workshop, bahkan mempelajari akuntansi dan perpajakan secara mandiri.

Latar belakangnya sebagai lulusan diploma mekanik tidak menjadi penghalang untuk memahami sisi manajerial bisnisnya.

Kini, tantangan baru sudah di depan mata—revolusi kendaraan listrik. “Kalau dulu andalkan mekanik mesin, sekarang ke depan kita butuh ahli kelistrikan dan digitalisasi. Saya harus siapkan semuanya agar tidak tertinggal,” tegasnya.

Dari bengkel kecil dengan tangan belepotan oli, kini ia membesarkan jaringan usaha yang ikut menggerakkan roda ekonomi Buleleng. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bengkel #buleleng