Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Boy n Bandit Vakum, I Bandit Bangkit Selamatkan Ratusan Lagu yang Terpendam

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 18 Juni 2026 | 09:48 WIB
MUSISI:  Musisi asal Banjar Kutuh, Sayan, Ubud, Putu Staryon. 
MUSISI:  Musisi asal Banjar Kutuh, Sayan, Ubud, Putu Staryon. 
 
BALIEXPRESS.ID – Perjalanan musik tidak selalu harus berhenti ketika sebuah kelompok vakum. Hal itu dibuktikan oleh Putu Staryon, sosok di balik nama I Bandit, yang memilih tetap melangkah dan memperkenalkan karya-karyanya meski kini menjalani perjalanan musik secara solo. 
 
Di awal tahun 2000an, I Bandit dikenal melalui grup Boy n Bandit lewat sejumlah lagu, seperti Craiang, Perjaka, dan Salah Sasar yang selalu menghiasi layar kaca generasi muda kala itu. 
 
Namun, kesibukan masing-masing personel membuat band tersebut vakum, karena para personilnya memilih menjalani aktivitas masing-masing, mulai dari bekerja di kapal pesiar hingga menekuni pekerjaan freelance.
 
"Boy n bandit kini vacum karena masing-masing personil menggeluti kesibukan di bidangnya, ada yang ke pesiar ada yang kerja freeland. Sementara saya masih memiliki ratusan lagu hanya tersimpan rapi di file komputer tanpa ada yang bisa menikmati," ujar Staryon, Kamis (18/6).

Baca Juga: Panen Emas dari BRImo, Ini Cara BRILink Agen Mendapatkan Reward dari BRI

Meski tidak lagi berjalan dalam format band, Staryon pria asal Banjar Kutuh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar itu tidak ingin lagu-lagu ciptaannya hanya tersimpan dalam file komputer, tanpa pernah didengar masyarakat. Dorongan untuk kembali berkarya semakin kuat setelah melihat respons positif pendengar terhadap sejumlah lagu lama seperti Craiang, Perjaka, dan Salah Sasaran.
 
“Tidak ada orang baik yang membilang dirinya baik,” menjadi salah satu kalimat yang menggambarkan perjalanan I Bandit dalam berkarya. Baginya, karya adalah cara untuk terus berbicara dan menyampaikan pesan kepada masyarakat.
 
Kini Staryon kembali hadir dengan membawa nama I Bandit melalui akun YouTube miliknya. Ia tetap mempertahankan karakter musik sweet rock Bali, sebuah aliran yang menjadi ciri khas dalam karya-karyanya.
 
Dalam perjalanan solo ini, Staryon mengatakan, dirinya tetap mendapat dukungan dari rekan-rekan lamanya di Boy n Bandit. Beberapa personel lama bahkan diajak berkolaborasi untuk mengisi bagian musik dalam sejumlah lagu, sekaligus menjadi pengingat perjalanan mereka saat masih bersama dalam satu grup band yang terkenal pada awal tahun 2000an itu.
 
Staryon mengatakan, album perdana bertajuk “Perjaka Kasmaran” menjadi langkah awal I Bandit untuk kembali menyapa pencinta musik Bali. Album tersebut menghadirkan beberapa lagu seperti Craiang, Salah Sasaran, Barang Bangka, dan karya lainnya.
 
"Tidak hanya membawakan lagu ciptaan sendiri, saya juga akan menghadirkan karya dari musisi lain seperti Saraf dan Kara sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan musik Bali," ujar pria yang banyak terinspirasi oleh Lolot Band itu.
 
Dijelaskan bahwa, salah satu lagu yang menjadi pembuka kembalinya I Bandit adalah “Hidup Ini Indah”. Lagu tersebut lahir dari keresahan dirinya melihat fenomena anak muda yang mengalami keputusasaan, hingga memilih mengakhiri hidup, termasuk kejadian yang terjadi di kawasan Jembatan Bangkung.
 
Melalui lagu tersebut, Staryon ingin menyampaikan pesan sederhana namun kuat bahwa kehidupan masih memiliki harapan. “Hidup ini indah, jangan frustrasi, jangan bunuh diri,” menjadi pesan yang ingin ia titipkan melalui musik.
 
Dengan semangat baru dan puluhan karya yang siap diperkenalkan, I Bandit berharap musik berbahasa Bali dengan sentuhan sweet rock tetap mendapat tempat di hati masyarakat dan terus berkembang di tengah perubahan zaman. *
Editor : Putu Agus Adegrantika
#musik bali #bandit