Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Hidup Pak Man Colik: Dari Pedagang Asongan hingga Sukses Berbisnis Catering

I Wayan Adi Prabawa • Jumat, 3 Juli 2026 | 07:31 WIB
 I Nyoman Cita alias Pak Man Colik. (Ist)
I Nyoman Cita alias Pak Man Colik. (Ist)

BALIEXPRESS.ID- Kepergian I Nyoman Cita untuk selama-lamanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga maupun kerabatnya.

Sosok pria yang akrab disapa Pak Man Colik ini diketahui sangat mudah bergaul dan gigih dalam bekerja.

Ketika berada di Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) RSUD Klungkung, sang istri terlihat sangat syok dengan kepergian pendamping hidupnya. Begitu pula sanak keluarga maupun kerabat dekatnya.

Baca Juga: Denpasar 'Youth Fest 6.0 Siap Digelar, Rayakan Kreativitas Generasi Muda Lewat "Feel The Growth"

Pak Man Colik diketahui memiliki usaha makanan atau catering. Usaha pria 50 tahun asal Dusun Negari, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan kini sangat melesat.

Pengiriman makanan yang dijualnya tidak hanya sampai di Kabupaten Klungkung saja, melainkan ke berbagai wilayah di Bali.

Jauh sebelum usahanya kini berkembang, suami dari Ni Wayan Yeni ini memulai dari bawah.

Baca Juga: Terima PT SMI, Bupati Badung Pastikan Proyek Berorientasi Hasil

Penuturan keponakan Colik, I Gede Agus Joni Arta, pamannya ini memang suka dalam berjualan.

Sebelum dikenal sebagai pemilik lawar godel di wilayah Negari, ia disebut sebagai pedagang asongan.

Baca Juga: Kariyasa Adnyana Ingatkan Pemerintah: Sekolah Rakyat Harus Kedepankan Pendekatan Humanis, Bukan Militeristik

Dari pintu ke pintu Pak Man Colik menjajakan dagangannya. "Dulu jual serombotan dan lainnya. Pernah juga jual kosmetik," ungkapnya.

Aktivitasnya menjual barang dagangan ke rumah-rumah dikurangi setelah ia menyewa lahan di pinggir baypas Ida Bagus Mantra untuk berjualan lawar godel.

Warungnya tersebut dibuka sederhana. Bermodalkan rombong dan perlengkapan seadanya, usaha tersebut lambat laun semakin berkembang. "Itu benar-benar merintis dari awal. Sekitar tahun 2005," terangnya.

Nama Pak Man Colik semakin dikenal luas dengan gayanya bergaul yang mudah diterima masyarakat.

Keunggulan itu membuat usahanya semakin dikenal dan menjadi laris. Ia bahkan mempekerjakan banyak tenaga ketika mendapat pesanan.  

Pak Man Colik ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Bubuh, perbatasan antara Desa Negari dengan Desa Adat Lepang, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah luka-luka pada bagian tubuhnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#pak man colik #kisah hidup #klungkung