Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kayuh Sepeda 8.000 Km Lintasi Asia, Perempuan Iran Bawa Misi Perdamaian Singgah di Jembrana

Gede Riantory Warmadewa • Selasa, 7 Juli 2026 | 06:58 WIB
Arezoo Eskandari, seorang pesepeda sekaligus Duta Pariwisata Isfahan, Iran saat singgah di Puri Agung Jembrana. (Riantory Warmadewa/Bali Express)
Arezoo Eskandari, seorang pesepeda sekaligus Duta Pariwisata Isfahan, Iran saat singgah di Puri Agung Jembrana. (Riantory Warmadewa/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID – Di tengah memanasnya konflik dan perang di berbagai belahan dunia, seorang pesepeda perempuan asal Iran justru memilih mengayuh sepeda melintasi Asia untuk menyebarkan pesan perdamaian.

Perempuan tersebut adalah Arezoo Eskandari, seorang pesepeda sekaligus Duta Pariwisata Isfahan, Iran.

Melalui perjalanan panjangnya, ia mengampanyekan gaya hidup slow life, memperkenalkan budaya Iran kepada masyarakat dunia, sekaligus mematahkan stigma negatif yang selama ini melekat terhadap negaranya.

Baca Juga: Terangi Desa, Perkuat Ekonomi Masyarakat: BRI Peduli Hadirkan PLTS di Bojong Bandung Barat

Arezoo telah menempuh perjalanan lebih dari 8.000 kilometer melintasi sejumlah negara di Asia sebelum akhirnya tiba di Indonesia pada Juni 2026.

Perjalanannya dimulai dari Iran, kemudian melintasi Tiongkok, Vietnam, Laos, Malaysia, hingga Indonesia.

Selama berada di Indonesia, ia berencana menjelajahi berbagai daerah dengan sepeda, mulai dari Jakarta hingga Pulau Bali.

Baca Juga: Polri Turun ke Sawah, Bhabinkamtibmas Desa Pupuan Pastikan Jagung Siap Panen

“Saya memulai perjalanan ini dari Iran, kemudian ke China, Vietnam, Laos, Malaysia, dan sekarang berada di Indonesia. Setelah dari Bali, saya akan melanjutkan perjalanan ke India, Nepal, dan Pakistan,” ujar Arezoo saat ditemui di Puri Agung Negara, Jembrana.

Pekan ini, Arezoo tiba di Kabupaten Jembrana, Bali. Selama berada di Pulau Dewata, ia didampingi petugas Balai Pelestarian Kebudayaan Bali, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Baca Juga: Di Balik Lancarnya Konser di Poliponi Bali 2026, PLN  Bali Timur Siagakan Sistem Kelistrikan Berlapis

Di Jembrana, Arezoo mengunjungi rumah panggung, rumah adat masyarakat Muslim di Kelurahan Loloan Timur.

Ia juga menyambangi Puri Agung Negara, bangunan bersejarah yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Jembrana sekaligus tempat tinggal Gubernur Bali pertama, Anak Agung Bagus Sutedja.

Menurut Arezoo, perjalanan yang dilakukannya bukan sekadar petualangan bersepeda, tetapi juga menjadi sarana membangun persahabatan antarbangsa melalui budaya.

“Saya ingin memperkenalkan budaya Iran kepada masyarakat di setiap negara yang saya kunjungi. Saya juga ingin menunjukkan bahwa Iran adalah negara yang damai dan masyarakatnya ramah,” ungkapnya.

Ia mengaku prihatin dengan stigma negatif yang selama ini berkembang terhadap negaranya.

Oleh karena itu, ia berharap perjalanan yang dilakukannya dapat menjadi jembatan untuk saling mengenal antarmasyarakat dari berbagai negara.

“Saya mengajak semua orang untuk tidak takut berkunjung ke Iran. Datanglah dan lihat sendiri budaya, sejarah, dan keramahan masyarakat kami,” katanya.

Arezoo dijadwalkan berada di Bali hingga Rabu mendatang. Selama di Pulau Dewata, ia akan mengunjungi sejumlah destinasi wisata dan situs budaya sambil berinteraksi dengan masyarakat serta memperkenalkan budaya Iran.

Usai menyelesaikan perjalanan di Bali, Arezoo akan melanjutkan ekspedisinya menuju India, Nepal, dan Pakistan sebagai bagian dari perjalanan lintas Asia yang diusungnya dengan semangat perdamaian dan persaudaraan.

“Perjalanan ini bukan tentang seberapa jauh saya mengayuh sepeda, tetapi tentang bagaimana kita bisa saling memahami, menghargai perbedaan, dan hidup berdampingan dengan damai,” tutupnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#misi perdamaian #iran #jembrana