Gede Angga Prasaja: Dari Singaraja Menuju Fase Baru Bermusik

Dian Suryantini • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 07:42 WIB
Angga Prasaja saat manggung di Singaraja. (Ist)
Angga Prasaja saat manggung di Singaraja. (Ist)

BALIEXPRESS.ID- Bagi Gede Angga Prasaja, musik bukan sekadar rangkaian nada dan lirik.

Musik menjadi ruang untuk merekam perjalanan, perubahan perasaan, sekaligus cara berdamai dengan berbagai dinamika kehidupan.

Setelah sebelumnya dikenal lewat lagu “Singaraja Kota Kita” dan “Senja di Singaraja”, musisi asal Bali itu kini membuka lembaran baru dalam perjalanan kreatifnya melalui album bertajuk “FASE BARU”.

Baca Juga: Dua Trofi Liga 1 Jadi Motivasi Marko Dugandzic Merapat ke Bali United

Album tersebut menjadi penanda perubahan arah artistik Gede Angga Prasaja. Jika karya-karya sebelumnya banyak membawa identitas dan romantisme Singaraja, melalui “FASE BARU” ia bergerak ke wilayah yang lebih personal.

Pengalaman hidup, kerinduan, perpisahan, penerimaan, hingga keberanian untuk kembali melangkah menjadi warna yang coba dirangkai dalam album tersebut.

“FASE BARU” memuat 10 karya musik yang dirancang tidak dirilis sekaligus. Gede Angga memilih strategi rilisan bertahap dalam tiga volume.

Baca Juga: Gedung Baru BRI Kuta Beroperasi, Layani Aktivitas Bisnis Bali Selatan

Konsep itu sekaligus menjadi cara baginya memberi ruang kepada setiap lagu untuk dinikmati dan dipahami pendengar.

Volume pertama, “Fase Baru Vol. 1”, dijadwalkan dirilis pada 30 September 2026. Tiga lagu menjadi pembuka perjalanan album tersebut, yakni “Siapkan Hati”, “Menahan Bayangmu”, dan “Terlalu Sulit”.

Dari ketiganya, “Siapkan Hati” ditempatkan sebagai focus track sekaligus single utama.

Lagu ini berbicara tentang kesiapan seseorang menghadapi perubahan rasa dan ketidakpastian dalam kehidupan.

Ada semacam ajakan untuk tidak sekadar menunggu perubahan, tetapi mempersiapkan diri ketika harus memasuki keadaan yang sama sekali berbeda.

Sementara “Menahan Bayangmu” membawa pendengar pada cerita tentang kerinduan dan perpisahan.

Lagu tersebut menggambarkan proses seseorang ketika berusaha berhadapan dengan kenangan yang belum sepenuhnya pergi.

Adapun “Terlalu Sulit” mengangkat dinamika hubungan yang rumit. Di dalamnya terdapat cerita mengenai bagaimana seseorang akhirnya berhadapan dengan kenyataan dan belajar menerima sesuatu yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Ketiga lagu tersebut menjadi pintu masuk menuju keseluruhan gagasan “FASE BARU”.

Bagi Gede Angga, album ini tidak hanya berbicara mengenai perubahan musikal, tetapi juga perubahan dirinya dalam memandang kehidupan.

“Album ini adalah cermin dari pendewasaan saya pribadi dan cara saya berdamai dengan dinamika hidup. Lewat ‘Fase Baru Vol. 1’, khususnya single ‘Siapkan Hati’, saya berharap pesan ini sampai ke hati pendengar dan menjadi teman bagi siapa pun yang sedang melangkah ke babak baru dalam hidup mereka,” ungkap Gede Angga, Selasa (29/9/2026).

Konsep tiga volume yang diterapkan dalam album tersebut juga memiliki alasan tersendiri.

Volume pertama dan kedua masing-masing akan berisi tiga lagu, sedangkan volume ketiga terdiri atas tiga lagu ditambah satu bonus track. Dengan demikian, keseluruhan album akan mencapai 10 karya.

Format tersebut dianalogikan seperti membaca sebuah buku secara bertahap. Setiap rilisan menjadi satu bab yang membuka cerita berikutnya.

Pendengar tidak hanya disuguhi kumpulan lagu, tetapi diajak mengikuti perjalanan emosional yang dibangun dari satu volume ke volume berikutnya.

Perubahan konsep itu sekaligus memperlihatkan upaya Gede Angga memperluas warna bermusiknya.

Ia tidak lagi hanya menempatkan musik sebagai medium untuk menggambarkan ruang dan identitas sebuah kota, tetapi juga menjadikannya sebagai medium untuk bercerita tentang ruang batin manusia.

Kerinduan, kehilangan, penerimaan dan keberanian menjadi sejumlah emosi yang hadir dalam karya-karya “FASE BARU”.

Tema-tema tersebut terasa dekat dengan pengalaman banyak orang yang pernah berada di persimpangan kehidupan—ketika sebuah fase berakhir dan seseorang harus menentukan langkah berikutnya.

Kehadiran album ini juga menjadi kelanjutan perjalanan Gede Angga sebagai pencipta lagu yang sebelumnya mendapat perhatian melalui karya-karya yang mengangkat Singaraja. “Singaraja Kota Kita”, misalnya, menjadi salah satu karya yang melekat dengan identitas kota tersebut. Begitu pula “Senja di Singaraja” yang membawa suasana kota ke dalam cerita musikalnya.

Kini, melalui “FASE BARU”, Gede Angga memilih berbicara lebih dekat dengan dirinya sendiri.

Kota yang sebelumnya menjadi titik penting dalam karya, bergeser menjadi latar perjalanan yang lebih luas. Cerita personal mendapat porsi lebih besar.

“Fase baru” akhirnya bukan hanya nama sebuah album. Ia menjadi gambaran mengenai posisi Gede Angga dalam perjalanan bermusiknya saat ini: meninggalkan sebagian cerita lama, membawa pengalaman yang sudah dilalui, kemudian mengolahnya menjadi karya baru.

“Fase Baru Vol. 1” akan tersedia secara serentak di sejumlah layanan musik digital mulai 30 September 2026, termasuk Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.

Lagu-lagu tersebut juga dapat digunakan melalui fitur audio di sejumlah platform media sosial seperti TikTok, Instagram Reels, dan Facebook.

Untuk kebutuhan radio, materi audio dalam format berkualitas tinggi juga telah disiapkan.

Dengan demikian, karya terbaru Gede Angga tidak hanya diarahkan kepada pendengar layanan streaming, tetapi juga membuka ruang distribusi melalui pemutaran radio. (*) 

 

Editor : I Made Mertawan
Gede Angga Prasaja singaraja