BALIEXPRESS.ID - PDIP telah memberikan rekomendasinya kepada I Made Satria dan Tjokorda Gde Surya Putra untuk maju pada Pilkada Klungkung 2024.
Keputusan ini cukup mengejutkan publik jika melihat daftar nama kader PDIP Klungkung yang mengikuti penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung.
Sebab dari 10 orang yang diajukan DPC PDIP Klungkung, tidak ada nama Tjokorda Gde Surya Putra.
Lalu siapa sebenarnya Tjokorda Gde Surya Putra ini?
Tjokorda Gde Surya Putra adalah tokoh muda kelahiran Klungkung, 24 Mei 1979 dari Puri Agung Saren Kauh Klungkung.
Ia sempat mengenyam pendidikan di SDN 1 Pekandelan, dilanjutkan ke SMPN 1 Klungkung lalu ke SMAN 1 Klungkung. "Tamat SMA tahun 1997 kemudian saya mengambil pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Akuntansi Undiknas Denpasar," ungkapnya.
Setelah menuntaskan pendidikan sarjananya, pria yang tahun ini berusia 45 itu meniti karirnya di sebuah bank BUMN yang ada di Klungkung sejak tahun 2002.
"Awalnya Customer Service, kemudian di bagian kredit. Sampai terakhir di posisi Kepala Cabang," lanjutnya.
Kendatipun selama ini menjadi seorang profesional di bidang ekonomi, ia juga aktif di beberapa lembaga sosial. Dan ternyata pria yang akrab disapa Tjok Putra ini memiliki darah seorang pemimpin yang kental.
Tjok Putra merupakan cucu dari Ida I Dewa Agung Oka Geg yang merupakan Regen Klungkung 1929-1958 atau Bupati Klungkung periode 1958-1960 dan anak dari Tjokorda Anom Putra yang merupakan Bupati Klungkung periode 1960-1972.
Tjokorda Anom Putra menikah dengan Ida Ayu Made Padmini dan dikaruniai 6 orang anak yang terdiri dari lima orang perempuan dan satu orang laki-laki. "Saya anak nomor 6 dan laki-laki satu-satunya," lanjutnya.
Tentunya banyak hal yang ia pelajari dan teladani dari kakek dan ayahnya yang sama-sama pernah memimpin Klungkung pada masanya. Sehingga suami dari Ni Kadek Astari ini pun siap Ngayah untuk Klungkung.
"Jika alam merestui astungkara saya siap Ngayah untuk Klungkung," tegas ayah dari Tjokorda Istri Kanaya Anindia Puteri tersebut. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana