BALI EXPRESS, KUTA - Genre musik Elekronik Dance Musik (EDM) beraliran funky house atau yang lebih populer dikenal dengan nama funkot, memang kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian pecinta musik dan para penikmatnya.
Walau aliran tersebut merupakan sub genre dari musik house atau funky yang memiliki tempo upbeat dan dengan bass line yang menggema, namun masih saja sebagian orang beranggapan ‘kampungan’, musik kelas bawah, dan anggapan miring lain sebagainya. Apalagi sudah banyak unsur dangdutnya. Bahkan yang menyukai genre fankot dari Para pelaku atau kalangan disck jockey (DJ) pun terhitung sedikit.
Tapi hal itu tidak menyurutkan semangat dari female DJ Ayu Naomi. Siapa sangka wanita cantik bertubuh seksi tersebut mengaku sangat hobi dan mencintai musik fankot. “Ayu memang suka sama funky house dan yang membuat saya tertarik, karena genre ini sangat enak didengar. Apalgi di bali genre ini masih banyak penggemarnya,”. Tuturnya kepada koran Bali Express (Jawa Pos Group) saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
Saking senangnya, wanita perempuan bernama lengkap Rahmi Julianti Lusivera ini begitu konsisten secara khusus menekuni musik fankot sejak awal ia berlatih DJ. Kurang lebih 3 bulan lamanya, Ayu yang akrab disapa ini mendalami sekolah DJ di Club Beat Studio CBS dan Pionner DJ School Bali. Dan di tahun 2009, Ayu pun mulai berkiprah sebagai seorang female DJ di Bali.
“Saya paling suka sama genre funkot, apalagi dari awal, saya sudah menekuni genre tersebut. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk bisa belajar genre musik yang lain. Sekarang sih saya sudah mengusai semua genre musik DJ,” tuturnya. Baginya, musik funkot itu diibaratkan seperti dangdut di industri musik Indonesia. “Nah kalau funkot itu kan tempo cepatnya seperti dangdut di genre musik Elektronya. Bahkan 99 persen funkot itu berasal dari dangdut. Jadi dangdut itu sudah mendarah daging dikalangan masyarakat indonesia. Otomatis saya sebagai DJ funkot juga sudah pasti cepat bisa memahami musiknya,” jelas Ayu.
“Meski dipandang sebelah mata, yang seperti dibilang orang-orang, tapi dibalik itu, kita bisa buktikan kalau genre funkot akan menjadi mendunia. Buktinya sekarang, genre funkot sudah dipakai di club di kota Jepang. Itu artinya, genre funkot lebih enak didengarkan dari pada genre musik yang lain,” sambungnya yakin.
Kehebatan gadis berusia 27 tahun kelahiran Mataram, 19 Juli 1990 ini memang patut diacungi jempol. Ayu pun sering manggung di berbagai tempat hiburan malam, hingga ke beberapa kota besar lainnya, berkat kelihaian memainkan musik fankot tersebut. “Ayu paling sering perform di bali. kemrin juga pernah tampil di Lombok, Surabaya, jawa timur pernah juga, lalu Sumbawa, dan paling jauh di Batam,” ungkapnya.
Dari pengalaman manggung itulah, lanjut Ayu, saya banyak belajar dan juga pengalaman unik. Dirinya bahkan tidak menapik, kalau seorang female DJ yang tampil di pangung dunia hiburan malam itu kerap dirayu kaum lelaki.
Namun sikap profesionalnya tetap ia jaga. Bahkan, profesi female DJ ini sangat nyaman baginya untuk dilakoni. “Alasanya karena memang berawal dari hobi saya yang sangat mencintai musik. Saya sangat tertarik ingin mencoba jadi seorang DJ. Ternyata sangat menyenangkan bagi saya, karena selain bisa menghasilkan uang, kita juga bisa bertemu dan kenal dengan banyak orang,” ungkap Ayu.
Perempuan yang sangat memperhatikan penampilan ini juga tidak mengelak ketika perkembangan female DJ yang makin digandrungi para kawula muda sekarang ini. Tidak dipungkiri, female DJ yang hanya bermodalkan paras cantik dan keseksian tubuh pun kerap kita lihat. “Memang sangat banyak sekali female DJ sekarang ini.Apalagi kebanyakan yang juga mrngandalkan seksi tubuh dan krcantikannya. Memang itu penting, tapi tidak harus jadi modal utama buat mereka. Tapi skill nge-DJ mereka yang harus jadi modal utamanya. Kadang belum terlalu bisa nge-DJ, sudah berani ngambil job dan akhirnya lagu pun brantakan,”
“Kalau menurut saya lebih baik skill dulu diutamakan. kalau sudah benar-benar bisa, baru berani keluar,” lanjutnya. Bagi Ayu yang dibutuhkan seorang female DJ selain skill adalah dari pemilihan lagu yang juga update. “Jadi kita sebagai female DJ harus terus pantau lagu yang update, apa-apa saja yang terbaru. karena kita harus punya lagu yang selalu asik untuk diperlihatkan kepada crowd yang ingin bergoyang,” tutupnya.