Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Falel Gantikan Gembul, Navicula Sebut Tour Australia Tantangan Besar

I Putu Suyatra • Jumat, 17 November 2017 | 19:11 WIB
Falel Gantikan Gembul, Navicula Sebut Tour Australia Tantangan Besar
Falel Gantikan Gembul, Navicula Sebut Tour Australia Tantangan Besar

BALI EXPRESS, DENPASAR - Berapa bulan terakhir, band rock ternama asal Bali yaitu Navicula terlihat tampil dengan formasi baru. Kalau sebelumnya Vokalis dan gitaris masih pada sosok Gede Robi, Dankie sebagai gitaris, Made di gitar Bass dan Gembull sebagai drummer, kali ini ada personil baru. Ia adalah Falel Atnoko yang berposisi pendatang baru sebagai pemain drum menggantikan Gembull.


Tidak terlihat lagi pemain drum Gembull bersama the green grunge gentlemen, Navicula. Kemana perginya Gembull?, beredar kabar bahwa pria bertubuh besar ini tengah sibuk dengan urusan pribadinya. 


Sehingga, pada Kamis sore kemarin (17/11), saat press conference mengumumkan project tour ke Australia pada bulan November hingga Desember nanti, di Kubu Kopi, Jalan Hayam Wiruk, Navicula memperkenalkan secara langsung kepada awak media, sosok drummer baru mereka. Falel yang akrab disapa ini adalah drummer yang baru tergabung dalam band yang track rekornya sudah merambah ke kanca internasiona. Menariknya, Falel merupakan salah satu personil termuda dan sekarang ini masih berstatus mahasiswa semester 3, di Institute Seni Indonesia (ISI) Denpasar.


Anak muda yang baru menginjak usia 24 tahun ini pun sudah turut ikut dalam projek rekaman album terbaru dari Navicula yang ke-9. Bahkan terkait tour Navicula ke Australia, Falel juga ikut di boyong untuk merasakan uforia panggung internasional. Terkait hal tersebut, saat di wawancarai koran Bali Express (Jawa Pos Group), Falel mengaku merasa sangat tertantang. “Ya apalagi ini kali pertama saya tour ke luar negeri. Makanya seperti yang saya bilang tadi, saya masih dalam masa ospek sebenarnya dan belum selesai. Apalagi kemarin kita hanya tampil di sekitar daerah Bali dan skalanya hanya di Indonesia saja,” jelasnya sedikit tertawa. 


Sebagai personil baru, tentu merasa sangat sulit untuk menyesuaikan diri. Akan tetapi, Farel punya cara tersendiri untuk bisa mengatasi hal itu. “Mungkin dengan hanya latihan terus dan cukup untuk menjadi diri sendiri saja, tanpa harus mengikuti karakter atau cara bermain bli Gembull,” tuturnya. “Pastinya saya belajar terus ya, biar musik Navicula ini sampai ke para penikmatnya. Itu yang menjadi PR saya selama ini, apalagi saya bermain memang sedikit susah karena berada di luar kebiasaan saya,” lanjut anak muda asal Banyuwangi ini. 


Sementara itu, dalam perencaan tour Navicula nantinya akan berkolaborasi dengan musisi aborijin, Kutcha Edwards dan Robbie Bundle. Navicula bersama Edwards dan Bundle akan terlibat dalam rangkaian aktivitas kesenian dan workshop bersama seniman lain di Lake Tyers, East Gippsland, Victoria pada akhir November. Band yang dikenal terlibat aktif dalam gerakan sosial dan lingkungan ini, dijuluki sebagai Green Grunge Gentlemen karena pesan-pesan dalam musik mereka sarat tema lingkungan. Robi mengharapkan kolaborasi dan aktivitas bersama komunitas seni dan masyarakat Aborijin di Lake Tyers akan memperkaya wawasan lingkungan mereka. 


"Ketika kami mencari-cari solusi untuk banyak masalah masa kini, termasuk konservasi lingkungan, kami sering menemukan kalau solusi sudah ada lama pada masyarakat asli. Peran kami sebagai generasi yang lebih muda bisa lebih sederhana dengan belajar dari komunitas-komunitas ini dan memberdayakan kearifan mereka,” tutur Robi. 

Editor : I Putu Suyatra