Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lolot Band Gaungkan Pesan Damai di Album “Semeton Bali”

I Putu Suyatra • Sabtu, 2 Maret 2019 | 22:30 WIB
Lolot Band Gaungkan Pesan Damai di Album “Semeton Bali”
Lolot Band Gaungkan Pesan Damai di Album “Semeton Bali”


BALI EXPRESS, DENPASAR – Kelompok musik pelopor Bali Rock Alternative, Lolot Band, muncul lagi dengan kumpulan karya terbarunya. Belum lama ini, band yang suaranya menggema di penghujung awal 2000 itu merampungkan full album mereka yang bertitel “Semeton Bali”.


 


Kemunculan album ini sekaligus mempertegas eksistensi formasi musik yang terdiri dari Made Bawa (Guitar Vocal), Donnie Lesmana (Lead Guitar), Lanang (Bass Guitar), dan Hendra (Drum). Khususnya dalam proses berkarya di industri musik Bali.


 


Rencananya, album Lolot Band yang kesembilan ini akan dirilis resmi dalam konser yang berlangsung di Lapangan Luwus, Baturiti, Tabanan pada malam ini, Sabtu (2/3).


 


Dalam album terbarunya ini, Lolot Band rupanya mengangkat tema perdamaian. Khususnya tentang rasa persaudaraan di antara krama Bali. Itu sebabnya, album ini mengambil “Semeton Bali” sebagai titelnya.


 


“Mengapa Semeton Bali yang kita jadikan judul album ini? Karena kami ingin mempererat lagi hubungan antarsesama orang Bali. Kemudian mengajak mereka lebih memahami bahwa kita semua bersaudara. Sama-sama memiliki tujuan yang baik untuk masa depan Bali,” tutur Made Bawa, belum lama ini.



Pesan positif itulah yang ingin disampaikan Made Bawa dengan personil Lolot Band lainnya. Tentu dengan harapan, pesan itu diresapi bagi pendengarnya. Bahkan, bila perlu masyarakat Bali secara menyeluruh.


 


“Mudah-mudahan tidak pernah ada lagi keributan sesama orang Bali. Apalagi sampai pecah gara-gara adanya perbedaan pilihan, pendapat, dan keyakinan. Kami ingin semua bisa saling menghargai dan tetap berpedoman pada apa yang sudah diwariskan oleh para leluhur kita hingga kita bisa seperti sekarang ini,” imbuhnya.



Untuk materi yang termuat, Made Bawa menyebutkan ada sembilan lagu yang diisi pada album tersebut. Dua di antaranya single yang sudah tayang dalam format video clip “Aluh-Aluh Keweh” dan “Galungan lan Kuningan”.


 


Tidak jauh dari konsep musik sebelumnya, sambung Made Bawa, bandnya tetap ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Sebagai sebuah karakter dari masing-masing album Lolot Band dari dulu hingga sekarang ini.


“Di album ini kita tidak banyak membahas tentang kisah percintaan. Porsinya Cuma ada satu lagu saja. Itupun lebih mengangkat soal permasalahan dalam sebuah hubungan baik suami istri atau pun masih pacaran,” jelasnya.


Untuk menunjukkan rock masih tetap menjadi haluan dalam bermusik, Lolot Band menegaskannya pada cover design “Semeton Bali”. Pada sampul album yang berformat DVD, masing-masing personel tampil dalam wujud separo tengkorak.


 


Seperti dijelaskan Lanang, sang pembetot bass, selain bertujuan untuk menyelaraskan visual dengan aliran musik mereka, desain sampul itu juga untuk menegaskan bahwa manusia itu sama. Di balik timbunan daging maupun ototnya, manusia itu hanyalah kerangka. Itulah yang menjadi dasar.


 


“Rangka adalah dasar. Jadi apa pun yang kita perbuat, bagi kami harus memiliki dasar yang kuat untuk sebuah kelangsungan dari apa yang telah diperbuat. Di cover ini, kami juga ingin mengungkapkan sebuah kesungguhan hati untuk selalu bermain musik sampai ajal tiba,” tegas Lanang yang sedang mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI ini.

Editor : I Putu Suyatra