Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Ni Kadek Ari Murtini Dancer Muda Hebat (1)

I Putu Suyatra • Kamis, 28 Maret 2019 | 13:56 WIB
Mengenal Ni Kadek Ari Murtini Dancer Muda Hebat (1)
Mengenal Ni Kadek Ari Murtini Dancer Muda Hebat (1)


BALI EXPRESS, KUTA - Bakat atau kemampuan kadangkala tak sejalan dengan passion yang dimiliki seseorang. Hal ini yang dijalani oleh perempuan hebat dan bertalenta, Ni Kadek Ari Murtini.


Lebih akrab disapa Ari merupakan talent muda di dunia seni tari, khususnya modern dance. Geliat karir-nya pun cukup terbilang ‘moncer’ di Bali. Beberapa event, festival, dan pagelaran rangkaian acara besar sudah ia rasakan. Tidak hanya itu, tampil menghibur ratusan penikmat musik Elektronic Dance Music (EDM) sebagai ‘pemanis’ sudah biasa. Bergabung bersama dengan tiga agency tari ternama di Bali, perempuan penyuka tantangan ini kerap tampil dengan konsep dancer cabaret dan fire acrobatic yang diketahui jenis tarian ini sangat membutuhkan keahlian khusus bagi para penarinya.


“Kalau yang benar-benar digeluti itu, konsepnya cabaret dan fire acrobatic. Memang banyak tarian yang pernah aku tarikan, cuman aku lebih sering memilih dua jenis tarian tersebut. Ya karena lebih menantang dan seru aja gitu,” ujar Ari saat diwawancarai koran Bali Express (Jawa Pos Group) beberapa waktu lalu.


Dara cantik kelahiran denpasar ini pun bercerita, awal mula ketertarikannya dengan dunia seni tari sudah sejak di usia belia. Bahkan seni tari tradisional Bali sudah mendarah daging di lingkup keluarga. Terlebih khusus sang Ibu yang sering tampil nari Bali ketika upacara-upacara adat. Akan tetapi, bakat seni tari tradisional ini tidak membentuk passion dari sosok Ari. Bahkan, sangat bertolak belakang dengan profesi yang kini digelutinya. 



“Nurunnya suka nari bali ke kakak aku. Tapi jujur, Ari sampai sekarang belum bisa nari Bali. Padahal sudah belajar. Mungkin bukan basic-nya disana. Tapi kalau suka nge-dance itu sejak kelas 4 SD. Dan kebetulan suka banget liat Britney Spears nyanyi sambil nari, ya aku terinpirasi dari situ. Ya terlihat keren gitu,” jelas Ari.


 


Hingga pada akhirnya, kelihaiannya dalam seni tari modern saat ini turut memberi dampak positif dan mendapat peluang untuk coba bergabung bersama agency tari di Bali.



Namun meski demikian, Ari tidak menapik bahwa perannya sebagai dancer yang kadangkala tampil seksi ini kerap mendapar beragam tantangan. Pertama-tama adalah ketika jadwal manggung yang harus bertabrakan dengan waktu kuliah. Ari yang saat ini masih menempuh pendidikan perguruan tinggi semester akhir di jurusan Kesehatan Lingkungan ini juga mengaku kurang mendapat banyak waktu istirahat.


 


Tantangan yang kedua, lanjutnya, berhadapan dengan stigma buruk atau anggapan negatif sebagian orang tentang perannya sebagai seksi dancer. Menurut Ari, persoalan stigma ini yang perlu dirubah. Caranya pun sederhana, dengan tidak mengkonsumsi minum minuman keras dan merokok. Kemudin menjaga attitude yang baik serta tidak ikut nimbrung dengan gaya hidup pergaulan bebas layaknya anak muda zaman sekarang.


“Jadi fondasi dasar sebenarnya sudah ada. Dari keluarga sudah mendukung apa yang saya kerjakan dan juga basic sekolah saya kesehatan. Jadi saya paham dengan dunia profesi aku. Dan jujur, aku bertahan karena ini passion aku. Dancer ini juga seni dan bisa juga menghasilkan uang. Bayangkan, aku kuliah dari hasil dancer. Jadi, lebih baik aku terlihat seksi karena seni tapi uang ku halal. Dari pada diam-diam jadi cewek BO (Booking Online, red),” tegasnya.



Sementara itu, ketika ditanya apakah profesi dancer masih akan tetap dilakoni Ari? Perempuan yang begitu terlena dengan genre musik EDM tersebut mengaku bahwa saat ini dirinya masih tetap mengambil peran di dunia entertaiment. Sambil memanfaatkan peluang di usia muda untuk menyalurkan hobi dalam kesenian tari modern kenapa tidak untuk mencoba. Memperkaya pengalaman dan berupaya untuk hidup mandiri dari hasil kerja keras dan keringat sendiri, diakuinya mampu memdewasakan diri untuk menentukan pilihan hidup selanjutnya.


“Kalau profesi ini dijadikan bisnis, maksudnya dengan membuka agency tari gitu, mungkin menjajikan. Tapi disatu sisi,  aku sadar kalau menjadi penari untuk seterusnua memang sudah ngak mungkin. Karena aku cewek dan harus berumah tangga dan karena penilaian orang-orang terhadap peran penari itu kan udah jelek banget apalagi dengan status sudah menikah, jadi aku biarkan yang muda yang meneruskan seni itu,” tutup Ari.

Editor : I Putu Suyatra