Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Arini, DJ Asli Bali yang Pantang Jadi Orang Lain

I Putu Suyatra • Jumat, 31 Januari 2020 | 00:48 WIB
Arini, DJ Asli Bali yang Pantang Jadi Orang Lain
Arini, DJ Asli Bali yang Pantang Jadi Orang Lain


DENPASAR, BALI EXPRESS - Identitas serta karakter jadi kunci penting female disc jockey (DJ) Ni Made Fitri Arini,  saat menjalankan tugas di balik turning table, agar tetap eksis di blantika electronic dance music (EDM).


Aksi Arini  yang lincah seirama dengan nada-nada yang diputar di balik turning table, kerap membuat penikmat dunia gemerlap (dugem) terhipnotis dalam suasana pesta.
Tak heran, sejak 2016 silam, female DJ Arini, memang menjadi salah satu talent lokal DJ yang hangat menjadi perbincangan.


Wanita kelahiran Tabanan, 18 September itu pun tidak tanggung-tanggung memilih genre EDM sebagai identitas dirinya. Dia mengakui, meski dunia malam bagi sebagian orang masih menganggap negatif, Arini meyakinkan bahwa itu tak seperti kelihatannya. "Pada intinya semua penilaian atau stigma itu adalah hak mereka. Namun, aku pribadi sih kembali ke individu masing-masing, seperti apa cara menanggapi persoalan tersebut," ucapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) beberapa waktu lalu.


Ia mengaku cukup bangga dengan profesi yang dilakoni. Meski masih terbilang baru, namun Arini benar-benar telah jatuh hati dengan euforia  keceriaan malam bersama party lovers di Bali. "Aku baru menekuni peran DJ dan ini adalah profesi yang membanggakan. Sebab, selain kepuasan diri, aku senang menghibur orang banyak," tegasnya. Arini  mengaku jika kecintaannya itu telah tumbuh ketika menonton musik DJ dari piranti digital melalui internet.
Meski demikian, dia  menegaskan sebagai seorang DJ tidaklah semudah yang orang lain bayangkan dan lihat. Hal yang perlu diperhatikan selama nge-DJ adalah tetap mejaga kondisi dan situasi saat 'unjuk gigi' menghibur crowd. Situasi yang patut dijaga adalah mempersiapkan materi lagu serta jenis party, agar tidak benturan.


"DJ itu harus memahami kapan memutar lagu dengan beat yang keras dan kapan dengan track beat yang slow. Cara ini juga sangat berpengaruh dengan mood crowd. Biasanya, penikmat musik EDM itu memiliki selera yang berbeda. Akan tetapi bagaimana cara kita agar mereka bisa tetap mengikuti flow kita, tentu dengan suguhan materi kita yang matang,” aku Arini.



Selain itu, tidak hanya lihai memainkan musik, akan tetapi bisa menjaga situasi dan mampu menghipnotis  penikmat musik dengan racikan yang nyaman di telinga. Lima tahun menggeluti dunia malam tak lantas dirinya merasa berpuas diri, belajar dan terus berinovasi adalah cara Arini untuk mengembangkan diri. Arini tidak mengelak jika pengalaman manggung adalah 'guru' terbaiknya dalam berkarya. Baginya track record yang diperoleh adalah ganjaran atas apa yang telah dia lakukan sejauh ini. "Aku belajar dan terus belajar. Mendalami situasi agar bisa memuaskan crowd di setiap penampilan adalah tolak ukurnya seberapa jauh aku melangkah. Dan, pengalaman lah yang membesarkan aku saat ini,” tegas talent Topten DJ School Bali tersebut.



Arini memberikan sedikit ‘resep' untuk membuat situasi malam kebersamaannya bersama crowd terasa lebih berbeda. Menurutnya, bermain musik dengan menyatukan hati dan pikiran adalah ritual yang selalu ia perlihatkan. "Jangan berusaha menjadi orang lain dan teruslah belajar dari setiap pengalaman. Itu saja, dan simple kan,” tutup Arini.


 


 



Andalkan Skill, Enggan Tampil Seronok

Hentakan kaki, kadang suara gesekan tumit sepatu berhak tinggi dan musik yang berdentum kencang, sudah pasti menjadi suguhan awal yang bisa dinikmati seluruh party goers hampir di setiap lantai night club. Inilah tempat ‘persembunyian` yang asyik dan menyenangkan bagi  wisatawan yang ada di Bali.


 


Hal ini tentu tidak terlepas dari kesuksesan house music yang menemani setiap pengunjung. Bahkan,  tentu pula euforia tersebut tidak terlepas dari kepiawaian sang disc jockey (DJ). Bahkan, keberadaan para mixer berbagai karakter musik ini dinyatakan sebagai kebutuhan primer dalam gemerlapnya klub malam. Ibarat sebuah masakan, permainan DJ adalah seperti garam yang wajib mengiringi dentuman house music bersama gemerlap laser yang menemani puluhan, bahkan ratusan pengunjung.



Dalam memadukan setiap karakter musik, tentunya para DJ punya style yang berbeda-beda. Dari segi penampilan misalnya, khusus bagi DJ perempuan atau yang lebih dikenal sebutan female DJ, akan tampak terlihat selalu menarik perhatian crowd. Bahkan, satu sama lain memiliki ciri khas. Seperti yang diperlihatkan  oleh female DJ Arini, talent lokal asal Bali yang kian hangat jadi perbincangan party lovers Bali.



Arini menuturkan, style yang kerap diperlihatkan tetap tampil simple, yaitu seksi yang tak buka-bukaan. ”Di setiap penampilan, saya suka  mengenakan kostum casual dengan bawahan hotpants mini. Dan, seringkali juga mengenakan kostum dress yang tampak seksi elegant,” tutur Arini kepada Bali Express (Jawa Pos Group) beberapa waktu lalu.



Dengan gaya berpakaian itu, Arini merasa nyaman,  bisa menyesuaikan dengan suasana party dan karakter musik up-beat racikannya. “Ya bisa bergerak bebas dan memperlihatkan aksi panggung dengan maksimal, aku pikir sangat cocok dengan kostum tersebut,” imbuh Arini.
Selain itu, Arini tak ingin ada anggapan negatif dari sebagian masyarakat tentang peran seorang DJ perempuan. “Ya gimana ya, kalau aku lihat sekarang kan female DJ kebanyakan cuma memamerkan tubuh seksi. Ada yang cuma pakai bra atau apa lah. Kalau saya masih tampil apa adanya dan sewajarnya saja. Hanya skill yang semakin saya tingkatkan,” jelas dara cantik yang sudah menggeluti DJ sejak tahun 2016 silam.



Bagi perempuan kelahiran Tabanan, 18 September 1997 ini, 'nyawa' sekaligus kekuatan menjadi seorang 'captain girl party' adalah skill  bermusik. Paling tidak, lanjut Arini, kurang lebih satu jam bermain dengan piringan hitam, atraksi yang ditunjukkan oleh para DJ harus kian memuncak. Tidak sekadar untuk hentak-hentak, tapi ada juga nuansa musik yang enak untuk dinikmati di sela-sela campuran musik yang diracik.  “Cara ini buat aku memang bisa menjamin eksistensi kita di skena industri musik elektro. Strategi musik yang aku persiapkan di setiap penampilan khusus untuk musik, sudah pasti aku harus terus update,” aku talent resident female DJ di NAV Karaoke Denpasar tersebut.



Menyinggung tentang cara agar tetap bertahan di tengah arus perkembangan minat dan tumbuhnya talent-talent female DJ pendatang baru, Arini mengaku selalu berupaya untuk tampil profesional dengan menjaga attitude yang baik di hadapan crowd. Tak hanya itu, perjalanan panjang yang dilalui oleh talent jebolan Topten DJ School Bali ini, menjadi guru terbaiknya untuk menjaga sikap. Sebab, ia tidak memungkiri, tawaran menggiurkan kerap berseliweran di sekitar tempat perform. Seperti dirayu kaum adam, gaya hidup bebas, narkoba, alkohol dan lain sebagainya.


 


“Yang perlu dijaga  yang pasti harga diri kita sendiri. Biar tidak semua beranggapan kalau semua DJ itu sama. Kita yang baik-baik malah diminta main pakai bikini dan lain-lain. Soalnya aku pernah ditawarin job sama orang, tapi mintanya cuma pakai bikini. Otomatis saya gak mau lah. Maka dari itu, mempertahankan profesionalitas dan attitude baik itu sangat penting untuk dijadikan fondasi kita selama berkarya,” tutup Arini.


 

Editor : I Putu Suyatra