Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dancer Pink Print Team Rasakan Beratnya Jadi Anak Gedongan

I Putu Suyatra • Minggu, 19 April 2020 | 18:30 WIB
Dancer Pink Print Team Rasakan Beratnya Jadi Anak Gedongan
Dancer Pink Print Team Rasakan Beratnya Jadi Anak Gedongan


DENPASAR, BALI EXPRESS, Anjuran untuk 'stay at home' awalnya  terkesan asyik. Namun, karena tidak semua terbiasa, rasa jenuh akhirnya muncul. Penari Ayu Sintya Dewi pun hadapi situasi yang sama, yang harus diatasi untuk mengusir kebosanan.


Penari cantik Ayu Sintya Dewi, tak mau ambil risiko. Dancer Pink Print Team  ini patuhi anjuran pemerintah untuk tetap bekerja dari rumah atau 'work from home' alias jadi anak gedongan. Waktu yang  tak menentu sangat lama ini, diakunya  sangat menjenuhkan. Suka tak suka, lanjutnya, memang cara 'work at home' dan 'social diatancing' adalah langkah tepat untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.  Karena wabah Korona mendunia dan sesuai anjuran pemerintah, lanjutnya,  tempat-tempat umum harus ditutup untuk sementara waktu demi kebaikan untuk semuanya.


"Jadi, hampir semua venue hiburan tempat kami semua bekerja ditutup, sampai semuanya membaik. Tidak cuma kita sebagai entertainer yang mengalami ini, tapi semua orang di dunia juga merasskan dampak dari virus Korona,” tutur Ayu Sintya Dewi saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group) beberapa waktu lalu. Perempuan yang akrab disapa Yusin ini, mengakui tidaklah mudah untuk menyesuaikannya. Apalagi ia  yang terbiasa bekerja di lingkungan luar rumah.
“Tentu untuk saat ini saya selalu membuat kesibukan diri. Karena aku termasuk orang yang tidak bisa kalau cuma diam saja," paparnya.



Sebelumnya saat semua masih normal, Yusin memang sangat sibuk. Aktivitasnya di luar rumah sangat padat. Mulai dari latihan, show di beberapa tempat per harinya, show ke luar kota, meeting, dan kegiatan  lainnya. " Aku jarang yang namanya diam di rumah karena kesibukan.  Ini termasuk tantangan yang lumayan berat buat saya,” jelasnya.



Akan tetapi, Yusin menuturkan bahwa ia telah menyiapkan beberapa cara untuk memaksimalkan produktivitas selama bekerja dari rumah. Pertama yang dilakukan adalah membuat 'to do list' di pagi hari. Baginya, pagi hari setelah bangun dan mandi adalah kondisi paling segar untuk mulai beraktivitas. Sebelum bosan dan lelah menyerang, maka sangat tepat untuk menyusun 'to do list' ( daftar aktivitas yang harus dilakukan) dan diselesaikan di sepanjang hari. "Jangan lupa sertakan skala prioritas dari daftarnya. Jika kamu tipe yang target oriented, maka tentukan target harian yang harus diselesaikan di hari itu," ujarnya. Namun, tak pernah melupakan olahraga ringan.
Dikatakannya, dengan stretching ringan, tubuh akan  lebih siap dan fit menyambut aktivitas seharian.


"Lakukan stretching ringan saat tubuh terasa agak lelah akibat duduk terlalu lama. Cara ini ampuh untuk mengusir rasa ngantuk,” jelas dara kelahiran Badung, 18 Juni ini.



Selain itu, latihan dance juka dilakukan Yusin di rumah, juga  membuat video tiktok yang  juga lumayan buat olahraga.



"Workout di rumah buat jaga body shape dan biar badan tetap flexible. Pink Print Team juga beberapa kali seminggu membuat proyek video dari rumah. Jadi masing-masing anggota membuat dance video tiktok singkat yang nantinya kita gabung jadi satu yang kemudian bisa diupload di youtube atau instagram," paparnya.


Ditambahkan Yusin, dengan tetap stay connected dengan tim, tentu bisa bantu memastikan flow kerja seluruh tim tetap lancar dan bisa on time selesai.  Peran media sosial diakuinya sangat membantunya untuk lebih dekat dengan siapa saja, sekaligus bisa mengobati rindu selama menjalankan penetapan aturan 'social distancing'. “Pastinya aku sangat rindu dengan teman-teman, rindu berkumpul, rindu latihan di Pink Print Team Dome, studio kita. Rindu dance on the Stage, rindu party, rindu ditonton banyak orang, rindu show. Tapi mau gimana lagi, semua orang saat ini mengalami hal yang sama. Semoga semua ini cepat usai dan kita bisa kembali beraktivitas dengan normal seperti biasanya, dan yakinlah kalau ini salah satu tantangan di awal kesuksesan kita semua,” tutup Yusin.

Editor : I Putu Suyatra