SEGAR, kinclong, dan ayu tenan menjadi poin yang wajib dimiliki seorang model. Tapi siapa sangka, ibu dua anak asal Garut ini membuktikan meski tak lagi muda, dirinya mampu bersaing dengan model remaja lainnya.
Berawal dari iseng, wanita bernama lengkap Rani Adawiyah ini, terjun kembali ke dunia model pada tahun 2014 setelah sempat vakum beberapa lama. Dia kembali menunjukkan eksistensinya di dunia lenggak-lenggok tersebut meski telah menikah diumur 19 tahun.
Kemudian diboyong oleh suami ke Bali. Dan saat itu memilih berhenti jadi model, fokus jadi ibu rumah tangga sambil kuliah. Tamat kuliah, dia kerja dan saat itu ditawari menjadi model. “Banyak juga fotografernya modus, jadi saya benar-benar filter,” kata wanita yang kini berdomisili di wilayah Renon, Denpasar ini.
Dirinya mengaku, justru saat ini job yang diterima lebih banyak. Tak sedikit tawaran yang datang untuk foto di majalah dewasa atau foto nude. Rania dominan memilih foto dengan konsep gadis desa berkebaya atau seperti Men Brayut. “Saya terima konsep apa pun, tapi tidak untuk nude (telanjang). Sebatas bikini masih oke, tapi saya lihat dulu konsepnya karena bikini di pantai dengan bikini di ranjang beda,” tegasnya.
Job yang pernah diambilnya dengan bayaran termahal yakni foto model dengan konsep diving atau foto model underwater. Dari hasil job itu, dia bisa mengantongi Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Sementara untuk harga standarnya Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.
Dia pun mengutarakan, meski banyak memiliki kenalan dari kalangan pejabat, tidak ada dari mereka yang berkelakuan iseng atau aneh-aneh. Teman pejabat sebatas relasi dan pertemanan. (ika)
Editor : I Putu Suyatra