Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tya Jadi Model Berawal Putus Cinta

Nyoman Suarna • Sabtu, 4 September 2021 | 14:52 WIB
Tya Jadi Model Berawal Putus Cinta
Tya Jadi Model Berawal Putus Cinta


BALI EXPRESS, DENPASAR- Decyntya Syofi, perempuan 24 tahun asal Tabanan ini memilih menekuni modeling sejak SMA. Alhasil, dara yang akrab disapa Tya ini mendapat banyak tawaran dari agen-agen tampil di sejumlah event fashion. Modal menawan di depan kamera juga membuatnya sibuk memenuhi permintaan sesi foto untuk sejumlah produk.



Akhirnya, Tya mampu menghasilkan uang yang terbilang lumayan. Hal ini membuatnya termotivasi dan makin serius dengan menempuh studi fashion hingga ke jenjang perguruan tinggi. “Pernah satu kali show Rp 1,5 juta, dan dalam satu bulan sempat full. Ya sebelum pandemi ini sangat membantu untuk kebutuhan sendiri dan kuliah,” ujar Tya, saat diwawancarai baru-baru ini.



Ia  mengawali profesinya sebagai model runaway/catwalk dengan bergabung di sebuah agen pada 2014 berkat dorongan orang tua. Dari sana, dia banyak mendalami tren mode hingga kini merambah sebagai model foto. “Dulu karena putus cinta, masa sekolah karena mantan gak pede lihat aku tinggi, ya sudahlah dari pada tidak ada kegiatan,” kenangnya sambil tertawa.



Perempuan dengan tinggi badan 170 cm itu kemudian tampil di berbagai even fashion dan festival di Bali. Lama berjalan, Tya mulai mendapat tawaran secara mandiri dengan tarif yang bervariasi. Tya mengaku lebih suka ambil tawaran fashion show karena santai dan bayaran lebih besar dibandingkan sesi foto untuk katalog produk. “Secara waktu lebih lama. Ganti-ganti pose, gaya, itu bikin cepat capek,” katanya.



Bak makan buah simalakama, Tya memilih pikir-pikir ketika ada tawaran tampil dengan pakaian sedikit terbuka di panggung catwalk, atau mengenakaan baju yang memperlihatkan bagian intim saat sesi foto. Menurutnya, hal itu bukan jadi kebiasaan.



Tya mengakui mengamalkan profesional kerja 100 persen adalah hal terberat bagi model. Menurutnya, tidak semua tawaran bisa dia terima. “Terutama tawaran yang aneh-aneh. Kalau pakaian seksi kadarnya masih bisa diterima, tidak terlalu vulgar, sedikit-dikit masih bisa. Jangankan vulgar, jalan di panggung ketika berpasangan sama model pria saja, pacar masih sering cemburu,” seloroh alumni ISI Denpasar ini.



Tya Syofi tak banyak mengunggah aktivitas modelingnya di media sosial. Pemilik akun Instagram @tya_dsm itu mengaku hanya ingin kalem dan lebih suka unggah kegiatan di luar model atau pengembangan bisnis yang dia jalankan. "”eberapa event itu ada beberapa yang aku upload. Itu karena aku bukan mau promosi di IG. Jadi dari agen, ada tawaran orang lain juga, tebarnya di akun lain, hehe," ucap dia.



Lama berselang, Tya juga mengajar ekstrakulikuler modeling di sejumlah sekolah swasta di Denpasar dan Badung. Tya pun kepincut menjadi guru. Agar cita-citanya terealisasi, Tya lanjut studi S2 Pendidikan Kejuruan di Universitas Negeri Malang. "Jadi model dulu, baru jadi guru atau dosen lah. Sambil-sambil model,” tukasnya.



 



Editor : Nyoman Suarna
#selebgram