Ketika ditemui di Ubud, Gek Kiki yang memiliki nama lahir I Wayan Rikiawan Pratama ini menceritakan jika sebagai seorang transgender dirinya sudah mendapat hinaan atau hujatan dari lingkungan keluarga dan lingkungan sosial lain sejak usia dini.
"Kalau masalah hujatan, saya sudah terbiasa, bahkan bisa dikatakan sudah kenyang makan hujatan dari kecil," jelasnya.
Hujatan yang diterimanya diakui Gek Kiki tidak saja kekerasan verbal dan pengucilan dari lingkungan sosial saja, tapi juga berbentuk kekerasan lain. "Saya pernah diludahi dan diusir karena saya kemayu. Itu terjadi ketika saya kelas 3 SMP hingga masuk SMA," ungkap Gek Kiki yang bulan Maret mendatang genap berusia 27 tahun.
Karena merasa depresi atas perlakuan yang diterima, Gek Kiki mengaku pernah ingin mengakhiri hidupnya. Keinginan bunuh diri ini, diakuinya tidak saja sekali saja terlintas, namun sudah hampir dilkukannya hingga tujuh kali.
Keinginan bunuh diri ini, menurut Gek Kiki muncul karena dia merasa sangat depresi terhadap penolakkan yang diberikan keluarga dan masyarakat teehadap dirinya.
Terlebih kondisi kemayu yang dialaminya sejak usia remaja. Namun karena tidak ingin terpuruk terus, maka Gek Kiki berusaha untuk bangkit dan berusaha untuk terus berkarya sebagai seorang seniman Arja.
Hingga akhirnya Gek Kiki memutuskan untuk menjalani operasi untuk menyempurnakan penampilannya untuk menjadi seorang perempuan pada tahun 2017 lalu.
"Astungkara saat ini, saya bisa berkarya sebagai seorang seniman secara total, namun untuk kedepannya saya tetap ingin menjadi seorang transpuan, sehingga bisa total dalam berkarya," tambah pemilik akun instagram @gekkiki dengan jumlah pengikut sebanyak 15 ribu lebih ini.
Sebagai seorang seniman, Gek Kiki mengaku masa pandemi covid-19 yang sudah berlangsung selama dua tahun ini sangat mempengaruhi penghasilannya.
Jika sebelum pandemi Gek Kiki mampu meraup pendapatan hingga Rp 60 jutaan dari hasi endoresment dan tampil sebagai Galuh Liku, selama masa pandemi pendaatannya menurn drastis.
"Pandemi ini, meskipun masih ada acara seperti MC dan endorsment, dan tampil sebagai Liku, namun pendapatannya turun, sekarang hanya mampu mengantongi sekitar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan," urainya. Editor : I Putu Suyatra