Bali Express (Jawa Pos Group) berkesempatan mewawancarai langsung bintang tamu utama, Band D’Masiv, di sela-sela menanti waktu tampil di panggung. Dijumpai di lokasi konser, Puri Bhagawan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Band D’Masiv tampak hangat menyambut para penggemar dan para media.
Menurut vokalis utama Band D’Masiv, Rian Ekky Pradipta yang kerap disapa Rian, mengungkapkan, malam tersebut merupakan kali pertama band-nya manggung di Bali untuk event umum setelah dua tahun lebih pandemi Covid-19. Sebelumnya, band-nya hanya sempat mengisi acara-acara private di Bali.
“Momen seperti ini yang kami tunggu, karena musisi itu dari panggung ke panggung, kalau manggung tanpa penonton itu seperti ada yang kurang. Jadi ketika sudah boleh konser seperti ini, penonton juga banyak, itu pasti seperti memberi energi bagi kami sendiri,” katanya.
Rian menilai, Bali memiliki selera musiknya sendiri. Jadi, menurutnya, jika ada musisi yang diterima di Bali, itu artinya berhasil sebagai musisi. “Kami pribadi lumayan sering main di Bali. Penonton di Bali itu unik, kalau mereka tidak suka ya mereka tidak akan mau datang, jadi kami bersyukur masih terus diterima di sini,” ungkapnya.
Selain kali pertama manggung di Bali untuk event umum, pada kesempatan tersebut, Band D’Masiv juga hadir dengan membawakan beberapa lagu dari album terbaru ke-7, Time, diantaranya Cinema feat. Fiersa Besari dan Kau yang Tak Pernah Tahu feat. Fariz RM. Album yang telah dirilis pada Februari 2022 lalu ini, memuat beragam genre musik di dalamnya, seperti RNB, koplo, pop, serta lagu pertama mereka yang direkam dengan bahasa Inggris. “Album ini menandai kami telah bermusik jelang 20 tahun sejak 2003. Musik ini beda banget dari musik kami biasanya, karena kami berikan berbagai sentuhan genre. Yang pasti di album ini, kami membuat musik yang semau kami, tapi kami happy,” katanya.
Sementara itu, Komisaris Utama Univlox, I Kadek Karya Yoga menyebutkan, tiket konser ini terjual habis kepada 6.000 penonton dengan kisaran harga Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu. Pihaknya mengaku, peminat konser ini tidak hanya dari Bali, melainkan juga dari luar Bali seperti Medan, Solo, Jakarta, dan Surabaya.
Target kedepan, pihaknya berharap Univlox dapat menjadi music icon event di Bali dengan mengangkat musik dari band-band lokal Bali, agar dapat ‘bertarung’ di dunia permusikan nasional. Kedepannya pun, ia yang didampingi CEO Univlox Made Ryan Adi Kusuma ini mengungkapkan, berencana membuat festival musik yang akan diselenggarakan selama 3 hari.
“Untuk next konser kami masih koordinasi juga, karena sebenarnya kami pribadi ingin turut meramaikan acara G20. Jadi kami melihat kalender kedepan, agar tidak bertabrakan dengan acara G20 dan tidak mengganggu,” tutupnya. Editor : I Dewa Gede Rastana