Ia memiliki 68,5 ribu pengikuti di Instagram dan 194,3 ribu pengikuti di TikTok karena memanfaat platform media sosial untuk membuat konten yang mengangkat kisah orang-orang yang ada disekitar lingkungannya yang kurang mampu, difabel, bahkan terkena bully. Bahkan, ia mengajak serta ibunya membuat konten.
Dara Bali kreatif ini namanya Kadek Budi Suartini, yang lebih akrab disapa Dek Tini. Dara cantik pemilik akun instagram @dektinyy_ itu menuturkan, setelah mengenal aplikasi TikTok, mulai memanfaatkannya untuk mengangkat kisah orang-orang di sekitar lingkungan tempat tinggalnya di Dusun Poh, Desa Poh Bergong, Buleleng, termasuk yang terkena bully karena kondisinya yang disabilitas.
“Saya juga mengajak ibu saya untuk berkolaborasi membuat konten tentang petuah-petuah kehidupan. Dari sana banyak yang tersentuh dengan wejangan-wejangan ibu saya, terutama terkait kisah mereka yang difabel, korban bully dan kurang mampu,” terang gadis kelahiran Singaraja, 7 Januari 1998 tersebut.
Sejak saat itu, akun TikTok @kadektinni banyak yang mengikuti dan juga menjadi pengikutnya di Instagram. Tidak sekadar bermain media sosial, Dek Tini ingin jika konten-konten yang ia buat dapat membuat generasi muda atau masyarakat Bali agar stop bullying. Sebab manusia memiliki hati yang ingin selalu dihargai.
“ Saya juga ingin berpesan agar generasi muda menyayangi orang tuanya semasih mereka ada, karena kalau bukan kita sendiri yang menyayangi, siapa lagi,” lanjutnya.
Seiring berjalannya waktu, Dek Tini pun mendapatkan banyak endorse mulai dari produk kecantikan, baju adat, sandal, tempat makan, perawatan kecantikan dan lainnya. Namun sebenarnya sebelum konten-kontennya viral, ia sudah sering menerima endorse karena sering menjadi model payas agung dan fashion dari salah satu toko di Denpasar.
“ Selain menerima endorse, saya juga dapat penghasilan dari mempromosikan barang yang dihasilkan di garmen kakak saya,” tandasnya. (ras)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya