BALI EXPRESS - Jumlah resmi gelang Coldplay Xyloband yang dikembalikan oleh penonton konser di Jakarta telah dirilis oleh promotor konser.
Dilansir dari Antara, Konsultan Kehumasan Promotor Konser Coldplay Jakarta Image Dynamics mengatakan, jumlah Xyloband yang dikembalikan pada konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno ada lebih dari 52 persen.
Image Dynamics mengungkap bahwa dari pihak manajemen Coldplay telah melakukan konfirmasi pada pihak promotor, yaitu TEM Presents dan PK Entertainment mengenai tingkat pengembalian gelang ini.
Berdasarkan informasi yang diberikan, tingkat pengembalian Xyloband untuk konser Coldplay di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta adalah 77 persen.
Menurut Image Dynamics, jumlah penonton konser Coldplay di Jakarta mencapai 80.000 orang. Sedangkan jumlah Xyloband yang dikembalikan berkisar pada 61.600 unit.
Angka tersebut menunjukkan bahwa informasi yang menyebutkan jumlah pengembalian Xyloband konser Coldplay Jakarta hanya 52 persen adalah salah.
“Terima kasih atas antusiasme yang diberikan pada konser Coldplay ‘Music of the Spheres World Tour 2023 Jakarta’,” tutur perwakilan promotor.
Pengembalian Xyloband yang diberikan pada penonton merupakan salah satu komitmen Coldplay untuk menerapkan konsep keberlanjutan di setiap acara mereka.
Dari situs resmi Coldplay disebutkan bahwa gelang LED dibuat dari 100 persen material yang berbahan nabati. Bahan tersebut ramah lingkungan karena bisa terurai.
Ditulis di laman resmi Coldplay bahwa mereka mengurangi 80 persen produksi gelang dengan mengumpulkan, mensterilkan, dan mengisi daya gelang-gelang itu setelah konser usai.
Total rata-rata tingkat pengembalian gelang di tahun-tahun pertama konser Coldplay adalah 86 persen.
Baca Juga: Begini Reaksi Jessica Iskandar Bertemu Steven Tersangka Penggelapan Mobilnya
Band musik dari Inggris Raya tersebut untuk pertama kalinya menggelar konser di Indonesia pada 15 November lalu di Jakarta. Selain di Indonesia, band musik ini juga menyambangi negara lain di Asia Tenggara, yaitu Malaysia dan Singapura.
Editor : Nyoman Suarna