Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Film Indonesia Siksa Neraka Resmi Dilarang Tayang di Dua Negara Ini, Simak Alasannya

Ganis Yubastian • Sabtu, 13 Januari 2024 | 21:40 WIB
Film Indonesia Siksa Neraka dilarang di dua negara.
Film Indonesia Siksa Neraka dilarang di dua negara.

BALI EXPRESS- Film horor menjadi pilihan favorit banyak orang. Salah satu film horor Indonesia yang laris pada tahun 2023 berjudul ‘Siksa Neraka’.

Dikutip dari JawaPos.com, film Siksa Neraka yang bergenre horor thriller ini menggambarkan siksa ketika di dalam neraka.

Film Siksa Neraka diadaptasi dari sebuah komik yang populer pada tahun 1980-an.

Komik tersebut karya M.B.Rahimsyah yang bercerita mengenai kehidupan suatu keluarga religius.

Dalam kisahnya, keluarga religius tersebut menanamkan nilai-nilai agama Islam termasuk penjelasan mengenai siksa neraka.

Pada suatu hari, keempat anak dari keluarga tersebut terseret arus sungai dan dikisahkan mereka telah meninggal dunia.

Ternyata, alam setelah kematian yang mereka hadapi adalah neraka dan mereka merasakan sendiri bagaimana pedihnya siksa neraka.

Meskipun menjadi salah satu film terlaris di Indonesia pada 2023 lalu, sayangnya film ini resmi dilarang penayangannya di dua negara.

Dua negara yang melarang penayangan Siksa Neraka adalah Malaysia dan Brunei Darussalam.

Antenna Entertainment sebagai distributor pemasaran film-film yang berasal dari India, Tamil, serta Indonesia di TV Kabel yang berbasis di Malaysia mengumumkan melalui Instagram resminya.

Pengumuman pelarangan penayangan film horor Siksa Neraka melalui Instagram tersebut tidak memberikan alasan yang jelas.

“Buat kalian yang sudah menanti, ‘Siksa Neraka’ dilarang tayang di Malaysia dan Brunei,’ tulis pihak mereka dalam bahasa Inggris melalui akun Instagram resminya.

Melalui unggahan ini, berbagai pro dan kontra meramaikan kolom komentar. Beberapa komentar menganggap bahwa film ini tak layak divisualisasikan.

“Tak layak surga dan neraka divisualkan sebab surga dan neraka tak sampai akal manusia mingilustrasikan…,” tulis akun @jokoke**** dalam komentarnya.

Pihak pro yang menyetujui penayangan film ini beranggapan bahwa adanya film ini sebagai bentuk pengingat manusia.

“Padahal ceritanya cuman mengingatkan manusia jangan berbuat dosa….,” ungkap akun dengan username @rifky****.

Dilansir dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), pihak berwenang negara yang melarang penayangan film horor asal Indonesia ini menganggap bahwa gambaran suasana neraka dalam film ini dinilai tidak pantas.

Pihak berwenang Malaysia dan Brunei Darussalam menganggap bahwa film horor Siksa Neraka terlalu mengerikan.

Film ini dinilai kurang menghormati nilai-nilai keagamaan, meskipun tujuannya adalah memberikan pemahaman mengenai hukum di akhirat. Sejumlah tokoh agama dan ulama di kedua negara tersebut juga turut angkat suara.

Tokoh-tokoh itu menyebut bahwa film Siksa Neraka asal Indonesia ini dianggap sebagai penghinaan terhadap ajaran agama dan keyakinan masyarakat.

Di samping perdebatan serta berbagai persepsi yang dilontarkan mengenai film horor asal Indonesia ini, banyak juga pihak yang berharap agar kasus ini dapat segera selesai. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#film #siksa neraka