BALI EXPRESS - Dalam sebuah wawancara di podcast Denise Chariesta, DJ Dinar Candy berbagi pengalaman positifnya dengan anak-anak Ko Apex, khususnya sang anak bungsu yang telah memanggilnya "mami."
Meski sebelumnya mendapat cibiran dari netizen terkait dugaan pemaksaan, Dinar Candy membantah klaim tersebut dengan membawa fakta yang sebenarnya ke permukaan.
Menurut Dinar Candy, panggilan "mami" sudah muncul secara alami saat sesi video call, di mana Ko Apex sendiri mengajarkan anak bungsunya untuk memanggilnya dengan sebutan tersebut.
Dinar Candy menyatakan bahwa insinuasi bahwa dirinya memaksa anak tersebut adalah tidak benar.
Pertumbuhan hubungan Dinar Candy dengan anak-anak Ko Apex semakin kuat setelah rumah tangga Ko Apex dengan Ayu Soraya berakhir.
Dinar Candy menyatakan bahwa anak-anak dekat dengannya, terutama sang anak bungsu yang berusia 5 tahun. Anak tersebut bahkan sangat akrab dengan Dinar Candy.
Ko Apex juga mengungkapkan bahwa kedekatan anak-anaknya dengan Dinar Candy terjadi karena perhatian dan kasih sayang yang diberikan, termasuk pembelian mainan dan makanan.
Dinar Candy bahkan ikut merayakan ulang tahun anak bungsu Ko Apex di Bali baru-baru ini.
Dinar Candy mengungkapkan bahwa awalnya ia merasa cemas ketika Ko Apex membawa anak-anaknya untuk bertemu dengannya.
Namun, semua kekhawatiran itu sirna ketika ia mendapat sambutan positif dari mereka.
"Jujur ya, pas waktu papi bawa kakak sama si adik, aku deg-degan. Deg-degannya lebih dari mau nemuin gebetan. Kan gua belum pernah menjadi ibu, dia melihat aku kayak gimana ya. Takutnya gak bisa menerima aku," tutur Dinar Candy.
"Dengan senang hati, saya bisa merasakan kebahagiaan dari mereka. Yang kecil itu aktif banget. Yang kecil bahagia banget ketemu sama aku. Tapi kakaknya masih agak canggung karena belum pernah videocall. Tapi kalau sekarang sudah biasa," imbuhnya.
Dengan kisah ini, DJ Dinar Candy mengucapkan terima kasih atas dukungan dan keakraban yang telah terbentuk antara dirinya dan keluarga Ko Apex, membantah segala tuduhan negatif yang sempat muncul. (*)
Editor : I Putu Suyatra