Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tidak Hanya Debut di DPD RI, NiLuh Djelantik akan Main Film Garapan Saudara Laki-laki Joe Taslim

Rika Riyanti • Jumat, 21 Juni 2024 | 14:19 WIB

BALI: Para pemain film Lagu Cinta untuk Mama
BALI: Para pemain film Lagu Cinta untuk Mama

BALIEXPRESS.ID-Indonesia belakangan ini ramai memproduksi film bergenre horor. Hal inipun memunculkan kesan Indonesia merupakan penghasil film horor. Namun, hal ini ingin dibantah oleh Peter Taslim lewat film yang segera digarapnya di Bali.

Saudara kandung laki-laki dari aktor ternama Joe Taslim ini menyampaikan, melalui PH Dewa Film Production ia ingin mengemas sebuah film drama keluarga yang bisa menjadi panutan bagi semua lapisan masyarakat. 

 Baca Juga: Wabup Suiasa Hadiri Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negeri Badung

 Film ini berjudul 'Lagu Cinta Untuk Mama' ini menggandeng director cukup kawakan di film drama, Hastobroto (Setengah Hati atau Kejar Mimpi Gaspol) dan aktor berkarisma seperti Jenny Zhang dan Rizky Hanggono, juga seorang aktor cilik pendatang baru bertalenta Afsheena Zerina Sofialdin (seorang ventriloquist), juga Raissa Anggiani (penyanyi lagu Kau Rumahku).

Menariknya, tidak hanya berlokasi di Bali, Peter Taslim juga menggaet sejumlah tokoh di Bali.

Tak tanggung-tanggung, nama salah satu anggota DPD RI Bali terpilih, Niluh Djelantik, akan mengambil peran dalam film ini. Selain itu, Ayu Laksmi juga ikut mengambil peran krusial.

 Baca Juga: 8 Mantan Pemain Bali United di Bursa Transfer, Baru 1 Resmi Dapat Klub Baru

 Peter Taslim menjelaskan bagaimana dirinya mengandeng Niluh Djelantik sosok wanita Bali yang konsen menjaga Bali serta dan dirinya merasa bangga mampu menghadirkan Niluh Djelantik dalam film perdana yang script-nya ia buat sendiri.

“Kami bertemu dengan Mbok Niluh Djelantik berdiskusi mengenai cerita film ini, bagaimana seorang ibu berjuang melahirkan anak dan berjuang membesarkan hingga ada konflik yang membuat dia harus terpisah dengan anaknya (Kayla). Ketika kami bercerita ke Mbok Niluh, beliau setuju karena film Indonesia jarang mengangkat film keluarga dan dibanjiri dengan film-film horror," jelasnya saat diwawancara, Rabu (19/6).

 Baca Juga: Sales Perabot di Denpasar Terbongkar Edarkan Sabu, Ternyata Residivis, Jaringan Masih Diburu

 Film ‘Lagu Cinta untuk Mama’ berkisah tentang seorang wanita yang berjuang melahirkan anaknya yang tidak diakui oleh keluarga calon suaminya karena latar belakang Indira adalah seorang penyanyi café yang tidak jelas latar belakang keluarganya.

Ketika anaknya sudah besar, keluarga calon suaminya yang kaya raya ingin merebut anaknya, yang awal ketika Indira hamil disuruh menggugurkan oleh calon ibu mertuanya. Konflik drama keluarga yang biasa terjadi di kehidupan sosial di Indonesia ataupun di setiap negara.  

Sementara itu, anggota DPD RI Bali Terpilih, Niluh Djelantik menjelaskan awal dirinya bertemu pertama kali dengan Peter Salim sangat kaget ditawari main film, karena ini merupakan sesuatu yang baru baginya. Namun, setelah melihat skenario film dirinya mengiyakan. Dalam film, ia akan menjadi bibi dari tokoh utama.

“The one and only, iya ini pertama buat saya ikut bermain film, ini akan menjadi film klasik yang tidak akan lekang oleh waktu dan bisa ditonton sampai kapanpun. Dan mudahan film ini akan mempersatukan seluruh ibu-ibu diseluruh Nusantara dari latar belakang yang berbeda,” tuturnya.

 Baca Juga: Sales Perabot di Denpasar Terbongkar Edarkan Sabu, Ternyata Residivis, Jaringan Masih Diburu

Ayu Laksmi yang berperan sebagai Ibu Gayatri mengungkapkan perasaan haru yang mendalam dalam film ini, selain skenario cerita film yang menyentuh ada hal penting yang menurutnya sangat luar biasa.

“Biasanya pembuatan film banyak sekali mengambil tempat syuting di Bali, namun sangat jarang mengambil pemain Lokal Bali, berbanding terbalik dengan film ini yang lokasi syuting di Bali serta mengandeng pemain lokal, apalagi mengangkat cinta kasih seorang Ibu dengan latar belakang Pulau Bali,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Peter Taslim menyebutkan rencana syuting di Bali, Denpasar, dimulai 20 Juni selama 13 hari. Selain mengedukasi, film ‘Lagu Cinta untuk Mama’ ini juga tersirat cinta kasih dan menyiratkan pesan moral sebagai karya perdana Dewa Film Production.(ika)

 

Editor : Wiwin Meliana
#bali #ayu laksmi #Peter Taslim #Main Film #Niluh Djelantik