BALIEXPRESS.ID-Perseteruan antara mantan sahabat, Nikita Mirzani dan Fitri Salhuteru, kembali memanas setelah Nikita membuka aib Fitri di media sosial.
Dalam unggahannya di Instagram story, Nikita meluapkan emosi atas perlakuan yang diduga diterima oleh anaknya, Azka, yang dihina dan dipermalukan di depan umum oleh Fitri.
Nikita menyebutkan bahwa sang anak menangis dan merasa takut bertemu dengan teman-temannya akibat penghinaan tersebut.
Dalam unggahannya, Nikita juga secara terang-terangan menuduh Fitri sebagai "anak durhaka" dan mengungkapkan berbagai aib pribadi mantan sahabatnya tersebut.
Tak hanya itu, Nikita bahkan menyebut Fitri dengan kata-kata kasar, yang langsung memicu kehebohan di kalangan netizen.
Namun, yang lebih mengejutkan adalah tudingan serius yang dilontarkan Nikita terhadap Fitri.
Nikita membongkar rumor lama yang menyebut Fitri terlibat dalam praktik penjualan wanita.
Pernyataan tersebut seolah memperkuat dugaan publik setelah Nikita mengungkapkan bukti percakapan antara dirinya dengan Dinar Candy terkait kasus yang menimpa Dinar.
Dalam percakapan tersebut, Nikita mengungkapkan bahwa Fitri diduga memanfaatkan posisinya untuk menipu Dinar hingga menyarankan Dinar untuk membayar uang sebesar 5 miliar Rupiah agar masalah hukumnya dapat diselesaikan.
Baca Juga: Kredit Macet Menurun, Direktur Utama BRI Ungkap Strategi Tingkatkan Kualitas Aset
Nikita juga menjelaskan bahwa Fitri sempat mengajak Dinar ke sebuah acara yang dihadiri oleh banyak istri aparat, di mana Dinar diminta untuk duduk terpisah dengan yang lain, yang menurutnya merupakan upaya untuk menunjukkan bahwa dirinya tengah melobi penyelesaian kasus.
Dinar, yang merasa tidak nyaman, akhirnya menceritakan kejadian tersebut kepada Nikita.
Hingga saat ini, pihak Fitri Salhuteru belum memberikan klarifikasi mengenai tudingan yang dilontarkan oleh Nikita Mirzani.
Baca Juga: GERAM! Niluh Djelantik Tuntut Tindak Tegas WNA yang Serang Brimob dan Satpam di Bali
Bahkan, Fitri yang sebelumnya sering menyindir Nikita di media sosial, kini terlihat diam dan tidak memberikan respons terhadap serangan tersebut.
Perseteruan ini semakin memanas dan menjadi perhatian publik, terutama terkait dengan berbagai tudingan serius yang kini sedang beredar di media sosial.