BALIEXPRESS.ID - Nama Sawitri Khan menjadi sorotan di tahun 2025, sukses mencuri perhatian dunia fashion internasional.
Perempuan asal Bali berusia 28 tahun ini kini menjadi langganan berbagai pagelaran busana ternama dan bahkan muncul di majalah Vogue.
Namun, siapa sangka perjalanan menuju puncak kesuksesan itu penuh liku dan duka.
Dalam sebuah wawancara, Sawitri mengungkapkan bahwa masa sekolahnya di Jembrana, Bali, jauh dari kata indah.
Ia kerap menjadi korban bullying hanya karena fisiknya yang berbeda.
“Saya sering di-bully waktu SMA. Kulit saya yang hitam dan gigi putih jadi bahan ejekan. Saya sampai takut tersenyum saat difoto karena khawatir dihina,” ungkapnya.
Ketakutan itu terus menghantuinya hingga lulus SMA.
Tak ingin bertemu para pelaku perundungan, Sawitri memberanikan diri merantau ke Jakarta dan melanjutkan kuliah di BINUS University.
Di ibu kota, ia menemukan cahaya baru.
Dengan dukungan dari tantenya, Sawitri bergabung dengan agency modeling dan mulai belajar menjadi model profesional.
Berkat bakat dan keunikannya, ia mendapat undangan dari agency Prancis untuk tampil di panggung Paris.
Inilah awal langkahnya menjelajahi dunia fashion global.
Kini, Sawitri menetap di Lisbon, Portugal, dan kerap melenggang di berbagai fashion show internasional.
Wajah eksotisnya dengan mata cokelat menawan dan rambut hitam berkilau menjadikannya favorit banyak desainer.
Di balik gemerlap panggung catwalk, Sawitri tak melupakan luka masa lalunya. Melalui akun Instagramnya @iamsawitri yang memiliki 141 ribu pengikut, ia aktif mengkampanyekan gerakan anti-bullying.
“Saya ingin jadi suara bagi korban bullying. Tidak ada yang pantas diperlakukan seperti itu. Saya berharap pengalaman saya bisa menginspirasi banyak orang untuk bangkit,” tegasnya.
Perjalanan Sawitri Khan membuktikan bahwa luka bisa menjadi kekuatan, dan mimpi bisa terwujud asalkan berani melangkah.
Dari remaja yang takut tersenyum, kini ia berdiri gagah di atas panggung fashion dunia, tersenyum bangga dengan segala pencapaiannya. ***
Editor : I Putu Suyatra