Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pameran Muse Numinous: Perempuan dan Spiritualitas dalam Seni

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 25 Maret 2025 | 19:11 WIB
Pameran Muse Numinous: Perempuan dan Spiritualitas dalam Seni
Pameran Muse Numinous: Perempuan dan Spiritualitas dalam Seni

BALIEXPRESS.ID – Komunitas seni Mahalakshmi kembali menggelar pameran bertajuk Muse Numinous yang berlangsung di Bali Moon Resto, Jalan Raya Ir. Surami, Kemenuh, Sukawati, sejak 23 Maret 2025 hingga 23 April 2025.

Pameran ini menampilkan karya 16 perupa perempuan yang mengangkat tema spiritualitas, mistisisme, serta inspirasi transenden dalam seni.

Komunitas Mahalakshmi didirikan oleh seniman Aricadia pada 4 November 2024. Dengan semangat untuk memberikan ruang bagi perupa perempuan, komunitas ini kini telah beranggotakan 56 seniman dari berbagai disiplin seni, termasuk seni lukis, patung, pahat keramik, dan sastra.

Sebagai konseptor dan penulis pameran, Aricadia menuturkan bahwa Muse Numinous merupakan pameran kedua yang digelar oleh Mahalakshmi. Pameran pertama bertajuk Perempuan Melawan Cermin hanya diikuti oleh enam perupa perempuan, sedangkan kali ini jumlah peserta meningkat menjadi 16 perupa. Mereka adalah Ariani, Ayu Murniati, Cindy IL, Devina Sumardji, Dina Tania, Karina, Kartika Sudibia, Kendisan, Luana, Martha, Mogany, Naomi, Oppie Zora, Putu Eni, Shirleen Wong, dan Yuzhen. 

Pameran dibuka secara resmi oleh Runi Palar, pemilik Runa Museum, yang dikenal sebagai tokoh perempuan sukses di dunia seni. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan pentingnya peran perempuan dalam seni serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk suaminya, Adrian Palar. “Di balik sukses seorang pria ada wanita di belakangnya, dan di balik sukses seorang wanita ada pria yang mendukungnya,” ujarnya.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni. Tarian penyambutan mengawali acara, diikuti pembacaan puisi oleh Oppie Zora yang diiringi gitaris Ilunx Mueza dan Djodlyan. Solo musik oleh Luana Silence turut memeriahkan suasana, sebelum ditutup dengan kolaborasi body painting oleh 16 seniman perempuan bersama Aricadia.

Salah satu kolektor seni, Wayan Adi Mataram, yang juga pelukis dan pemilik galeri, mengapresiasi pameran ini. Ia menyatakan komitmennya untuk terus memberikan ruang bagi para seniman agar bisa menampilkan karya mereka di galeri miliknya.

Pameran Muse Numinous akan berlangsung hingga 23 April 2025 dan akan ditutup dengan perayaan Hari Kartini sebagai penghormatan terhadap tokoh emansipasi perempuan Indonesia. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#pameran #gianyar #seniman #komunitas seni #perempuan #lukisan