Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bikin Geram! Sosok Walid dalam Serial ‘Bidaah’ Pria Manipulatif, Tipu Wanita dengan Kedok Agama

Wiwin Meliana • Selasa, 8 April 2025 | 16:46 WIB

Sosok Walid dalam serial Bidaah menjadi sorotan dan viral di media sosial
Sosok Walid dalam serial Bidaah menjadi sorotan dan viral di media sosial

BALIEXPRESS.ID-Karakter fiktif Walid Muhammad dalam serial drama Malaysia berjudul Bidaah atau Broken Heaven mendadak menjadi viral di media sosial.

 Dalam serial tersebut, Walid digambarkan sebagai pemuka agama sesat yang menjalankan ajaran menyimpang melalui sebuah sekte fiktif bernama Jihad Ummah.

Aksi-aksinya yang penuh manipulasi terhadap perempuan muda dalam nama agama mendapat perhatian luas dari publik, menimbulkan pertanyaan: Apakah sosok seperti Walid bisa berbahaya di dunia nyata?

Baca Juga: Drama Malaysia Bidaah Jadi Sorotan, Kalimat Pejamkan Mata, Bayangkan Muka Walid Viral di Media Sosial

Walid, dalam serial tersebut, dikenal sebagai tokoh yang melakukan manipulasi terhadap perempuan muda dengan dalih agama.

Salah satu praktik yang dijalankannya adalah "nikah batin", sebuah pernikahan yang diklaim sah secara spiritual oleh dirinya, namun sarat eksploitasi dan bertentangan dengan ajaran agama manapun.

Praktik semacam ini pun menjadi sorotan tajam publik karena dinilai sangat berbahaya dan bisa menyesatkan banyak orang, terutama jika terjadi di dunia nyata.

Psikolog Klinis, Anastasia Sari Dewi, menanggapi fenomena ini dan mengungkapkan bahwa praktik manipulasi semacam ini memang bisa terjadi dalam kehidupan nyata, terutama jika seseorang kekurangan literasi agama dan pendidikan berpikir kritis.

Anastasia menjelaskan bahwa dalam situasi seperti ini, korban seringkali menganggap pernikahan atau hubungan semacam itu sebagai salah satu jalan beribadah yang sah. Pelaku biasanya menggunakan bumbu-bumbu agama untuk mendekati dan memanipulasi korban.

Baca Juga: Viral di Medsos! Tas Berisi Uang Rp 60 Juta dan Emas 300 Gram Milik Nenek Ini Raib di Pasar Galiran Klungkung

“Kejadian ini bisa saja terjadi jika korban menganggap pernikahan adalah salah satu jalan beribadah. Pelaku biasanya menggunakan bumbu-bumbu agama dalam proses pendekatan,” ujar Anastasia.

Ia menambahkan, korban yang terjebak dalam hubungan manipulatif semacam ini cenderung mengalami penurunan kualitas hidup.

Mereka akan kehilangan kebebasan pribadi, mengalami gangguan kesehatan mental, dan bahkan kesulitan dalam berinteraksi sosial.

Terkadang, korban pun tidak menyadari bahwa apa yang mereka alami merupakan bentuk kekerasan atau pemaksaan karena telah dibatasi oleh doktrin atau semacam cuci otak yang memaksa mereka mengikuti kehendak pelaku. "Apalagi jika korban dalam usia anak-anak atau remaja," tambah Anastasia.

Anastasia juga menyarankan agar masyarakat, terutama perempuan, memperkuat diri dengan edukasi dan literasi yang sehat, khususnya dalam memahami ajaran agama secara utuh.

 Ia menekankan pentingnya berpikir kritis dan terbuka terhadap diskusi dengan orang-orang terpercaya, serta tidak langsung menerima ajaran yang tidak masuk akal.

Baca Juga: NPG Indonesia Adalah Salah Satu Perusahaan Pengembang yang Memberikan Jaminan Struktur Bangunan Hingga 25 Tahun

“Penting untuk membiasakan berpikir kritis, terbuka terhadap diskusi dengan orang-orang terpercaya, dan tidak langsung menelan mentah-mentah ajaran yang tidak masuk akal. Apalagi jika mengandung unsur paksaan atau ketidaknyamanan,” imbuhnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya untuk mencari pendapat kedua atau ketiga dari orang-orang yang independen ketika menghadapi situasi yang janggal.

"Manipulasi itu bisa datang dari penampilan, perilaku, bahkan lewat simbol agama. Banyak pelaku yang mencampuradukkan nilai agama untuk memenuhi hasrat pribadi," tegas Anastasia.

Meskipun Walid hanyalah tokoh fiksi dalam serial Bidaah, kemunculannya menjadi sebuah refleksi nyata tentang potensi penyalahgunaan agama dalam relasi personal. Fenomena ini mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan dan edukasi dalam menghadapi berbagai ajaran yang bisa disalahgunakan untuk tujuan pribadi atau kepentingan kelompok tertentu.

 

Editor : Wiwin Meliana
#WALID #manipulatif #malaysia #drama #Bidaah