BALIEXPRESS.ID - Media sosial kembali dihebohkan dengan kemunculan sosok viral yang dikenal sebagai “Calla Pramuka” atau “Cella Pramuka”. Tren ini pertama kali mencuat di TikTok dan langsung mencuri perhatian ribuan pengguna.
Sebuah video pendek yang menampilkan seorang gadis cantik berseragam pramuka sukses menyedot perhatian netizen. Kemunculannya menuai rasa penasaran hingga menjadikannya bahan pembicaraan hangat di berbagai platform media sosial.
Video viral tersebut diunggah oleh akun TikTok @cellasukasosis, dengan caption: “Udah tengo belum? Cella Pramuka?”—yang kemudian menyebar luas setelah tagar #CallaPramuka dan #Calla trending di TikTok. Awalnya tak terlalu mencolok, namun dalam waktu singkat video ini mendulang perhatian besar.
Seiring dengan melambungnya popularitas video, berbagai spekulasi pun bermunculan. Salah satunya, dugaan bahwa video tersebut disebarkan oleh kekasih sang gadis—mengingatkan publik pada kasus viral lainnya seperti “Bu Guru Salsa”.
Salah satu komentar yang menyita perhatian datang dari akun @callapramuka, yang menuliskan:
"Kalian para cewek harus lebih waspada kalau kenalan sama cowok di medsos. Dulu Bu Salsa, sekarang dek Calla. Padahal cantik, malah disia-siain. Udah dikasih gratis, eh malah disebar."
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut Satu Keluarga Terlindas Tronton: Saksi Ojol Ungkap Detik-Detik Kejadian
Rumor semakin liar saat muncul dugaan bahwa gadis dalam video tersebut masih duduk di bangku SMP. Namun hingga kini, belum ada klarifikasi resmi mengenai identitas maupun usia sebenarnya dari sosok Calla Pramuka.
Sebagian netizen bahkan meyakini bahwa video viral itu hanyalah bagian dari rekaman yang lebih panjang dan memuat konten yang tak layak. Dugaan lain menyebutkan bahwa video tersebut adalah hasil dari panggilan video pribadi yang kemudian disebarkan tanpa izin.
Identitas asli Calla Pramuka masih menjadi misteri hingga saat ini. Nama “Cella” atau “Calla” sering dikaitkan dengan daerah Bandung, namun belum ada bukti valid yang menguatkan hal tersebut.
Pertanyaan pun bermunculan—apakah video ini dibuat hanya untuk iseng, demi konten semata, atau memang sengaja dirancang agar viral? (*)
Editor : Nyoman Suarna