Kisah Hidup Ariel Tatum: Dari Bintang Cilik hingga Pejuang Kesehatan Mental, Lahir Kembali di Usia 25 Tahun!
Putu Resa Kertawedangga• Sabtu, 19 April 2025 | 13:44 WIB
Ariel Tatum
BALIEXPRESS.ID - Siapa yang tak mengenal Ariel Tatum? Aktris berbakat yang telah menghiasi layar kaca Indonesia sejak usia belia ini ternyata menyimpan kisah perjuangan melawan gangguan mental yang mengharukan.
Di balik senyum menawannya, Ariel telah bergulat dengan isu kesehatan mental sejak remaja, sebuah perjalanan panjang yang akhirnya membawanya pada kelahiran kembali di usia 25 tahun.
Mengawali karier gemilang di usia 8 tahun melalui film drama musikal anak-anak, pemilik nama lengkap Ariel Dewinta Ayu Sekarini ini membuka lembaran baru dalam hidupnya dengan keberanian mengungkap diagnosis Borderline Personality Disorder (BPD) yang ia terima sejak usia 13 tahun.
BPD, dikenal sebagai gangguan kepribadian kompleks, menuntut proses pemulihan jangka panjang yang penuh tantangan.
"Pemulihannya naik turun. Prosesnya panjang dan harus terus dijalani dengan terapi," ungkap Ariel dalam perbincangannya di podcast Denny Sumargo.
Ia tak lupa menekankan betapa krusialnya dukungan dari orang-orang terdekat dalam perjalanannya.
"Waktu usia 13 tahun itu aku sadar sendiri, dan orang di sekitar aku juga sadar. Orang tua aku banyak membantu, dan aku mendapat cinta serta dukungan dari mereka,” tuturnya dengan tulus.
Selama kurang lebih 11 tahun, Ariel menghadapi pasang surut dalam proses pemulihannya.
Namun, dengan semangat pantang menyerah untuk meraih kesehatan mental yang lebih baik dan terus bertumbuh, ia berhasil melewati masa-masa sulit tersebut.
Titik balik terjadi di usia 25 tahun, di mana Ariel mengambil keputusan besar untuk memulai kembali kehidupannya.
"Di usia 25 aku memutuskan secara mental bahwa aku mulai dari nol. Itu adalah momen di mana aku terlahir kembali sebagai orang yang aku amini dan aku imani hidupnya," ujarnya dengan penuh keyakinan, memberikan inspirasi bagi banyak orang yang mungkin mengalami hal serupa.
Meskipun dikenal sebagai selebritas dengan sorotan publik yang tinggi, Ariel ternyata memiliki sisi introvert yang kuat.
Ia bahkan sangat menjaga kehidupan percintaannya dari konsumsi publik.
Baginya, menjaga energi dan keseimbangan diri adalah kunci utama, terutama di tengah tekanan industri hiburan yang dinamis.
"Aku cukup privat. Aku percaya bahwa saat kita berinteraksi dengan orang lain, itu banyak yang kita (energi) kasih, kita juga bisa menyerap energi mereka. Makanya, aku harus pintar-pintar mengatur kapasitas diri,” jelasnya.
Di luar dunia akting, Ariel memiliki ketertarikan mendalam pada filsafat dan bahkan sempat mengenyam pendidikan psikologi.
Kecintaannya pada membaca dan belajar menjadi bahan bakar untuk terus mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk orang-orang di sekitarnya.
Kisah perjuangan Ariel Tatum melawan gangguan mental ini bukan sekadar pengakuan pribadi, melainkan juga pengingat yang kuat bahwa di balik gemerlap dunia hiburan dan senyum seorang publik figur, tersembunyi perjalanan hidup yang penuh tantangan dan inspirasi.
Keberaniannya berbagi pengalaman diharapkan dapat membuka mata dan memberikan semangat bagi siapa saja yang tengah berjuang dengan isu kesehatan mental. ***