Sosok Krisna Purpa: Dari Ubud Mengguncang Bali! Kisah Vokalis Bertato yang Tak Lekang Dimakan Waktu
IGA Kusuma Yoni• Rabu, 30 April 2025 | 02:41 WIB
Krisna Purpa
BALIEXPRESS.ID - Bagi para penikmat musik Pulau Dewata, nama Krisna Purpa bukanlah sekadar deretan huruf. Ia adalah ikon, suara khas yang melekat di benak penggemar setia dua band legendaris Bali: KIS Band dan D’Ubud.
Vokalis bertato asal Gianyar ini telah menjelma menjadi sosok sentral yang tak tergantikan, dengan kharisma panggung yang membakar semangat dan lirik-lirik yang menyentuh kalbu.
Lahir dengan nama lengkap Putu Krisna Surya Purpa di jantung seni Bali, Ubud, pada 27 Februari 1980, dan tumbuh di Tegallalang yang asri, bakat seni Krisna telah bersemi sejak usia belia.
Dibesarkan dalam keluarga dengan empat bersaudara, kecintaannya pada musik tumbuh secara organik, mengantarkannya pada perjalanan musikal yang penuh warna.
Jejak karir Krisna di industri musik Bali dimulai pada tahun 2006, ketika ia menjadi motor penggerak band D’Ubud.
Mengusung genre etnik modern khas Bali, D’Ubud dengan cepat mencuri perhatian lewat perpaduan apik antara tradisi dan sentuhan kekinian.
Namun, jiwa kreatif Krisna tak berhenti di situ.
"Setelah itu, pada tahun 2010, saya mengembangkan proyek sampingan yakni band baru bernama KIS yang ternyata berkembang menjadi band besar dengan basis penggemar loyal yakni Kis Lover," ungkap Krisna dalam sebuah wawancara, mengenang awal mula lahirnya fenomena bernama KIS.
Bersama KIS, Krisna Purpa semakin mengukuhkan posisinya di puncak musik Bali.
Album-album hits seperti Album #1 (2010), Jahat (2012), Sakit Jiwa (2013), dan Teman Sahabat Hati (2017) menjadi soundtrack bagi ribuan penggemar setia yang menamai diri mereka Kis Lover.
Suara serak-serak basah Krisna, dipadukan dengan lirik-lirik lugas namun sarat makna, menjadi formula magis yang sulit ditolak.
Tak hanya bersinar bersama band, Krisna juga dikenal sebagai sosok yang terbuka untuk berkolaborasi.
Sejumlah musisi lokal ternama, seperti Tiari Bintang, Yessy Diana, hingga mantan istrinya sendiri, Dian Krisna, pernah berbagi panggung dan melodi dengannya, menghasilkan karya-karya apik seperti lagu duet romantis "Negaro Joh".
Di balik sorot lampu panggung dan riuh rendah tepuk tangan, Krisna Purpa adalah seorang ayah dari dua buah hati.
Meski kehidupan pribadinya sempat diterpa badai, dedikasinya terhadap keluarga dan musik tak pernah surut.
Ia membuktikan bahwa seorang seniman juga bisa menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab.
Menariknya, di sela-sela kesibukannya bermusik, pria yang akrab disapa Tu Krisna ini juga memiliki passion lain: melukis.
Baginya, melukis adalah cara lain untuk mengekspresikan gejolak jiwa dan kreativitas yang tak pernah padam.
Sebagai seorang musisi yang berakar kuat pada budaya Bali, Krisna Purpa tak pernah melupakan identitasnya dalam setiap lirik lagu yang ia ciptakan, baik bersama D’Ubud maupun KIS Band.
"Nilai-nilai spiritual dan budaya Bali adalah roh dari setiap lirik yang saya ciptakan," ungkapnya, menegaskan komitmennya untuk melestarikan warisan leluhur melalui musik.
Bagi Anda yang ingin terus mengikuti jejak langkah musikal Krisna Purpa, jangan lewatkan akun Instagram resminya di @krisnapurpa dan akun band @kisband.
Di sana, Anda akan selalu mendapatkan informasi terbaru tentang jadwal manggung, karya terbaru, dan sisi lain dari kehidupan sang vokalis karismatik ini.
Krisna Purpa terus berkarya, terus menghibur, dan terus menjadi warna tersendiri dalam khazanah musik Bali yang kaya. ***