BALIEXPRESS.ID - Momen siraman jelang pernikahan Maxime Bouttier dan Luna Maya pada Selasa (6/5) lalu tak hanya menyita perhatian publik pada kedua mempelai.
Sosok Patrice Bouttier, ayahanda Maxime, juga sukses mencuri perhatian. Pria asal Prancis yang telah lama menetap di Bali ini tampil berbeda dan memukau dengan balutan beskap Jawa.
Patrice Bouttier, yang menikahi Siti Purwanti (ibunda Maxime) pada tahun 1992, memilih untuk membangun kehidupannya di Pulau Dewata.
Baca Juga: Kolaborasi Emosional Ayah dan Anak, Ini Lirik Lagu 'Tresna Butuh Materi' yang Trending di Medsos
Hingga kini, Bali menjadi rumahnya, meskipun ia sempat berpindah ke Jakarta untuk mendampingi sang istri yang kini telah berpulang pada tahun 2024.
Penampilan Patrice dalam balutan beskap Jawa di acara siraman sang putra sulung sungguh manglingi.
Warisan darah Prancisnya berpadu apik dengan busana adat Jawa yang dikenakannya, membuatnya tampak berbeda namun tetap berkarisma.
Profesi Patrice sendiri adalah seorang chef. Pertemuannya dengan Siti Purwanti terjadi saat ia bekerja di sebuah hotel.
Dari sanalah cinta bersemi, hingga mereka menikah dan melahirkan Maxime di Prancis.
Karena pekerjaan sang ayah, masa kecil Maxime diwarnai dengan perpindahan tempat tinggal sebelum akhirnya menetap di Bali.
Pada tahun 2010, Maxime memutuskan untuk merantau ke Jakarta seorang diri demi mengejar kariernya.
Menariknya, keluarga ibunda Maxime memiliki akar budaya Jawa yang kuat.
Seperti halnya Luna Maya yang memiliki darah blasteran Austria dari ibunya, Maxime juga memiliki perpaduan darah Jawa dan Eropa.
Kedua keluarga besar ini pun sama-sama memilih Bali sebagai tempat tinggal.
Hingga kini, Patrice tetap setia dengan profesinya sebagai chef.
Ia mendirikan sekolah kuliner bernama Patrice Pattisserie Indonesia, tempat ia berbagi ilmunya dalam membuat kue.
Profesi sang ayah sempat menginspirasi Maxime untuk mengikuti jejaknya, namun Patrice justru mendorong putranya untuk terjun ke dunia modelling dan akting.
Restu dari Patrice untuk hubungan Maxime dan Luna Maya pun terlihat jelas. Pada momen sungkeman, ia menyampaikan doa dan dukungannya dalam bahasa Prancis kepada sang putra. ***
Editor : I Putu Suyatra