Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

8 Hari Tak Tidur Demi Ciptakan Lagu, Agung Ketut Rai: Manggung Itu Seperti Surga

Putu Ayu Aprilia Aryani • Senin, 23 Juni 2025 | 19:44 WIB

Agung Ketut Rai ceritakan proses perjuangan ciptakan lagu
Agung Ketut Rai ceritakan proses perjuangan ciptakan lagu

BALIEXPRESS.ID-Popularitas yang kini diraih Agung Ketut Rai tidak datang secara instan.

Di balik panggung yang penuh sorak sorai, ada perjuangan panjang dan pengorbanan yang tidak sedikit.

Salah satunya adalah pengalaman pribadi saat menciptakan lagu keduanya yang berjudul Jodoh di Kehidupan yang Lalu.

Baca Juga: Penampilan Kerap Dibully, Agung Ketut Rai Tanggapi dengan Bijak; Kalau Marah, Saya Merasa Gagal

"Tyang setiap manggung, melihat keramaian, seperti merasakan surga. Tyang nyaman," ujarnya penuh haru saat mengungkap betapa bernilainya setiap momen tampil di atas panggung.

Namun, ia juga bercerita tentang sisi lain dari proses kreatif yang penuh tantangan.

"Banyak rintangan membuat lagu, misal lagu kedua yang judulnya Jodoh Di Kehidupan Yang Lalu, nika tyang gabisa tidur 8 hari," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa proses tersebut bukan hanya melelahkan secara fisik, tapi juga menantang secara emosional.

Baca Juga: Kian Terkenal, Agung Ketut Rai Siap Bentuk Manajemen Profesional

"Bagaimana saya menjaga hati agar tidak emosi (selama pembuatan lagu), tyang juga merasa lelah selama 8 hari tidak nyaman tidur. Lalu setelahnya sudah biasa," ungkap Agung.

Berbeda dengan lagu kedua, proses pembuatan Timpal Sirep terasa jauh lebih ringan dan menyenangkan baginya.

Agung juga menjelaskan bahwa ia menciptakan lirik lagunya sendiri. Salah satu inspirasinya datang dari lagu Konco Turu yang sempat populer di kalangan penikmat musik Jawa.

"Untuk lirik tyang yang ciptakan sendiri, tyang terinspirasi lagu Konco Turu. Karena gabisa mengartikan bahasa Jawa, sehingga saya terpikir ingin menciptakan versi Bali," jelasnya.

Namun Ia menegaskan bahwa tidak ada niat meniru atau mengklaim karya orang lain.

"Bukan maksud tyang ingin mencontek atau mengklaim, hanya karena ingin mencoba dan berdasarkan pengalaman juga, dan lagu ini juga dari hati tyang," katanya.

Baca Juga: Terungkap Ini Asal-Usul ‘Salam Aroh’ yang Identik dengan Agung Ketut Rai

Terkait honor dalam setiap penampilannya, Agung memiliki pendekatan yang sangat terbuka dan penuh pengertian.

"Kalau misal harga itu dari keikhlasan aja, makanya sekarang semeton itu berapa bisa ngasih ajik. Honor ini kan untuk menghidupi keluarga juga, untuk produksi lagu baru juga," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dirinya tidak ingin membebani orang dengan honor yang diberikan saat dirinya manggung

"Jadi supaya gak membebani orang, berapa ikhlasnya beliau ya segitu." Imbuhnya.

Ketika diminta menyampaikan pesan untuk para musisi Bali, Agung mengajak agar sesama seniman saling mendukung dan menghargai.

Ia melanjutkan bahwa sebagai Musisi juga harus menghargai usisi-musisi senior.

"Kemudian kita harus menghargai musisi-musisi senior." Ucapnya.

Agung menyampaikan harapan dan pesan khusus untuk masyarakat Bali, terutama generasi muda.

Baca Juga: Kebakaran Warung Nasi Tekor Badak Denpasar, Motor Ikut Ludes, Karyawan Dilarikan ke Puskesmas

"Kalau untuk Bali saya mengharapkan kebersihan lingkungan ditingkatkan, jangan terlena dengan handphone dan media sosial terus. Kalau hp kalau bisa digunakan untuk belajar, kemudian mengembangkan bisnis," jelasnya.

Agung mengungkap keprihatinannya terhadap anak-anak muda yang mulai kehilangan produktivitas karena terlalu asyik dengan gadget.

Soal masa depan pariwisata di Bali, ia berharap ada pemerataan kesempatan kerja.

Tak lupa, ia memberi pesan moral yang menyentuh tentang pentingnya empati dan kendali diri.

"Semua anak muda harus kreatif, jangan main hp terus. Nah ini harus diarahkan dengan baik, terutama bagi orang tua juga," imbuhnya.

Dengan tutur bahasa yang sederhana namun sarat makna, Agung Ketut Rai kembali menunjukkan bahwa ia bukan hanya penyanyi muda bertalenta, tapi juga sosok yang memiliki jiwa sosial dan spiritual yang kuat.

 

Editor : Wiwin Meliana
#lagu #agung ketut rai #tidak tidur #surga #Manggung