Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

SORE di Bali: Yandy Laurens, Sheila Dara, dan Suryana Paramitha Hidupkan Kembali Cerita di Balik Film

Ninuk Febriani • Senin, 11 Agustus 2025 | 17:23 WIB

“SORE Bersama Yandy Laurens, Suryana Paramitha dan Sheila Dara” Dari Film Menyentuh Hati, Menuju Dialog Penuh Makna di Bali
“SORE Bersama Yandy Laurens, Suryana Paramitha dan Sheila Dara” Dari Film Menyentuh Hati, Menuju Dialog Penuh Makna di Bali

BALI EXPRESS.ID - Satu bulan setelah perilisannya, SORE: Istri dari Masa Depan masih memantulkan gelombang emosinya di hati jutaan penonton Indonesia. Di ARTOTEL Sanur, film garapan Yandy Laurens itu kembali hidup—bukan di layar lebar, melainkan melalui percakapan hangat antara para kreatornya dan penonton setia.

Acara bertajuk "SORE Bersama Yandy Laurens, Suryana Paramitha, dan Sheila Dara" menghadirkan tiga sosok di balik kesuksesan film ini: Yandy Laurens (sutradara), Sheila Dara Aisha (aktris pemeran Sore), dan Suryana Paramitha (produser).

Baca Juga: Sosok Silfester Matutina: Loyalis Jokowi yang Terjerat Kasus Pencemaran Nama Baik Jusuf Kalla

Suasana sore itu jauh dari kesan formal. Tidak ada panggung tinggi atau jarak yang memisahkan pembicara dan penonton. Mereka duduk sejajar, seperti berbagi ruang tamu yang sama. Sesi ini diadakan setelah rangkaian kunjungan bioskop di Bali, menjadi momen untuk membedah bukan hanya cerita di layar, tapi juga perjalanan kreatif di balik layar—tempat ide lahir, rasa dirajut, dan keyakinan dipertaruhkan.

Yandy bercerita bahwa SORE berawal dari serial web tahun 2017. Versi layar lebarnya ia ibaratkan sebagai “gelas besar” yang menampung emosi lebih luas.

“Ceritanya sederhana, tapi justru di situlah kekuatannya. Penonton merasa punya ruang untuk melihat diri mereka sendiri,” ujar Yandy.

Kesederhanaan itu terbukti mampu menggugah. Hingga pekan ini, SORE telah ditonton lebih dari 2,9 juta penonton, melampaui ekspektasi awal.

Bagi produser Suryana Paramitha, capaian ini lahir dari keyakinan penuh semua pihak pada kekuatan cerita.

“Terkadang cinta membuat kita melakukan hal-hal luar biasa tanpa sadar. Film ini adalah salah satunya,” ujarnya.

Sementara Sheila Dara mengaku bahwa memerankan karakter Sore memberinya pelajaran berharga:

“Menghargai momen-momen kecil setiap harinya.”

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Tantang Presiden Prabowo, Sebut Nama Aktor yang Ingin Memiskinkan Rakyat

Bagian paling hidup dari sore itu adalah sesi tanya jawab. Dalam tiga putaran dialog dengan sembilan penanya, terlihat jelas betapa dalamnya keterhubungan penonton dengan film ini. Ada yang mengaku menontonnya lebih dari sepuluh kali, dan setiap kali menemukan refleksi diri dalam cerita.

Bagi mereka, SORE bukan sekadar tontonan, melainkan cermin pengalaman dan perasaan pribadi.

Penggagas acara, Jayanthi Pemayun dan Kalpika, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan agenda promosi semata.

“Kami ingin memberi ruang intim bagi penonton untuk mengenal para kreator lebih dekat,” ujar Jayanthi.
“Film yang baik bukan hanya hidup di layar, tapi juga di ingatan dan percakapan,” tambah Kalpika.

Acara ditutup dengan foto bersama seluruh penonton dan tim produksi—tanpa gemerlap berlebihan, tetapi meninggalkan kesan mendalam. SORE kembali menegaskan dirinya bukan hanya kisah cinta, tapi juga pengingat bahwa kehilangan dan melepaskan pun dapat dirayakan dengan indah.

Diselenggarakan oleh Akar Bumi, event organizer di balik berbagai acara bergengsi di Bali, pertemuan sederhana ini membuktikan bahwa momen besar lahir dari karya bermakna dan komunikasi tulus.

Editor : Ninuk Febriani
#Akar Bumi #Yandy Laurens #ARTOTEL Sanur #Sheila Dara Aisha #Suryana Paramitha