BALIEXPRESS.ID- Nama Ary Kencana masih tetap eksis di blantika musik Bali. Musisi senior ini terus berkarya dan menghibur masyarakat hingga saat ini.
Penyanyi yang dikenal dengan suara khasnya ini memiliki perjalanan karier yang cukup unik.
Selain tampil dari panggung ke panggung, ia juga kerap diundang mengisi acara sesangi atau pembayaran kaul oleh masyarakat.
Baca Juga: Kandang Ayam Pedaging di Klungkung Terbakar, 300 DOC Mati Terpanggang
Penyanyi yang memiliki nama asli I Gede Astawa ini belakangan memiliki jadwal manggung yang padat.
Penampilannya selalu dinantikan karena kerap membawakan lagu-lagu lawas dengan karakter vokal yang kuat dan khas.
Pria asli Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem ini mengaku saat ini lebih banyak jadwalnya mengisi acara sesangi.
Baca Juga: Ketahanan Pangan Bergantung pada Laut Sehat, Ancaman Sampah Jadi Sorotan di Bali
Salah satu lagu yang paling banyak diminta adalah Putih Bagus, yang membuat namanya identik dengan para pejuang garis dua.
"Untuk tampil di panggung-panggung, saya jarang bawakan lagu ini karena konteksnya tidak nyambung," ungkapnya, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: Dolar AS Tembus Rp 18 Ribu, Peluang Bali Menarik Lebih Banyak Wisatawan Asing
Dalam sebulan, Ary Kencana mengaku bisa tampil sekitar 20 kali dalam acara sesangi, terutama saat pelaksanaan upacara tiga bulanan.
Selebihnya ia tampil di acara-acara panggung, dengan bersanding bersama artis lokal maupun nasional.
"Saya sempat satu panggung bersama Tipe-X, Nidji, dan nanti ada jadwal dengan Ada Band," paparnya.
Ary Kencana menceritakan, lagu Putih Bagus ini sebenarnya kisah pribadinya yang lama menanti kehadiran buah hati.
Tak disangka, kisah personal yang dibalut dalam lagu itu mendapat sambutan luas dari masyarakat
Ary Kencana mengaku bersyukur masih dipercaya dan bisa menghibur masyarakat luas melalui musik. "Syukuri semasih diberi kesempatan," tandasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan