BALIEXPRESS.ID - Parade gong kebyar anak-anak yang digelar dalam rangkaian Pameran Pembangunan Karangasem 2026 dipastikan tidak menjadi ajang perlombaan.
Kegiatan tersebut bagian dari proses menjaring penyaji terbaik yang nantinya dipertimbangkan sebagai wakil Karangasem dalam Pesta Kesenian Bali (PKB).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karangasem Putu Eddy Surya mengatakan parade merupakan agenda rutin yang digelar sebagai ruang apresiasi sekaligus evaluasi terhadap kemampuan para sekaa. Mekanisme yang diterapkan pun berbeda dengan sistem perlombaan.
Baca Juga: Wujud Solidaritas Kemanusiaan, Pemkab Klungkung Salurkan Bantuan Logistik bagi Korban Bencana NTT
Menurut Eddy, penampilan peserta diamati oleh tiga orang pengamat. Masing-masing pengamat membawa instrumen penilaian dan memberikan poin berdasarkan sejumlah kriteria yang telah disiapkan.
“Ini bukan lomba, tetapi parade. Namun dari parade ini kami mencari penyaji terbaik yang nantinya akan ditunjuk mewakili Karangasem ke PKB,” jelasnya.
Ia menyebutkan, sebelum pelaksanaan parade, Disbudpar telah menggelar koordinasi dengan para camat, ketua sekaa, sanggar hingga komunitas seni.
Baca Juga: Dua Hasil Audit Buktikan Nany Widjaja Tak Bisa Pertanggungjawabkan Uang PT JFC Rp 21,4 M
Dalam pertemuan tersebut dibahas ketentuan serta indikator yang digunakan sebagai acuan dalam pengamatan.
Eddy mengakui mekanisme tersebut sempat memunculkan pertanyaan di kalangan peserta maupun masyarakat mengenai siapa yang dinilai sebagai penyaji terbaik.
Baca Juga: 17 Tahun Konsisten Beri Apresiasi, BRI Berikan Dana Pendidikan bagi Paskibraka Tingkat Pusat
Terlebih, sebelumnya terdapat rencana untuk langsung mengumumkan hasil terbaik seusai parade.
Namun, rencana tersebut belum direalisasikan karena masih terdapat sejumlah masukan yang perlu dikaji.
Disbudpar memilih melakukan pembahasan kembali sebelum menetapkan keputusan akhir.
“Memang dari tahun ke tahun selalu ada pertanyaan siapa yang terbaik. Dalam rapat juga disampaikan mengenai penyaji terbaik. Tetapi tahun ini memang belum kami umumkan,” ujarnya.
Hasil pengamatan dari tiga pengamat nantinya menjadi salah satu bahan evaluasi Disbudpar.
Penetapan wakil Karangasem ke PKB juga tidak hanya melihat penampilan dalam satu kesempatan, tetapi turut memperhitungkan kesiapan sekaa untuk mengikuti tahapan selanjutnya.
“Ini akan menjadi evaluasi kami. Kalau ada kekurangan, tentu akan kami perbaiki. Nanti akan kami rapatkan kembali dan sepakati. Keputusan juga kembali kepada sekaa terkait kesiapan mereka,” tegas Eddy. (*)
Editor : I Made Mertawan