
BALIEXPRESS.ID - Dunia musik Indonesia kembali berduka. Aries Budiman, yang lebih dikenal sebagai Aries Garasi, meninggal dunia pada Jumat, 18 September 2026 di usia 44 tahun.
Kabar duka meninggalnya sang drummer legendaris pertama kali disampaikan oleh vokalis Garasi, Aiu Ratna, melalui unggahan di Instagram Story. Jenazah almarhum telah dimakamkan pada Sabtu (19/9) pagi pukul 07.00 WIB di TPU Depok, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak.
Kepergian Aries meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat musisi, dan para penggemar yang mengikuti perjalanan kariernya sejak pertengahan era 2000-an.
Profil dan Perjalanan Karier Aries Garasi
Lahir di Sukabumi pada 31 Maret 1982, Aries sudah memikat perhatian pecinta musik sejak muda. Sebelum masuk ke industri musik nasional, ia merupakan drummer berprestasi yang kerap menyabet predikat Best Drummer di berbagai festival musik daerah hingga nasional. Ia juga sempat memperkuat grup musik Omelette.
Titik balik kariernya terjadi pada tahun 2005 saat mengikuti audisi film garapan produser Mira Lesmana berjudul Garasi. Bersama Fedi Nuril dan Aiu Ratna, Aries terpilih sebagai pemeran utama.
Dari Band Fiktif Film Menjadi Band Rock Nyata
Film Garasi yang dirilis pada tahun 2006 tidak hanya sukses di layar lebar, tetapi juga melahirkan grup musik nyata di belantika musik tanah air.
Kemampuan mumpuni Aries di balik set drum memberikan warna autentik pada identitas alternative rock dan electronic rock khas Garasi. Tidak sekadar menabuh drum, Aries juga berkontribusi aktif dalam penulisan lirik lagu-lagu hits Garasi.
Meski perjalanan Garasi sempat mengalami perubahan formasi seiring berjalannya waktu, nama Aries Budiman akan selalu dikenang sebagai pilar penting dan fondasi awal dari sejarah perjalanan band Garasi. Selamat jalan, Aries. Karya-karyamu akan abadi.
Editor : I Putu Suyatra