BALIEXPRESS.ID – Dede Sunandar membantah pertandingan tinju yang membuat dirinya sempat pingsan setelah terkena pukulan Vicky Prasetyo merupakan aksi yang sudah direncanakan atau sekadar settingan untuk menarik perhatian publik.
Dede menegaskan pertandingan tersebut berlangsung spontan. Ia juga mengaku tidak mengetahui seberapa keras pukulan yang akan diterimanya saat berada di atas ring.
"Kita tanding itu benar-benar dua lawan satu, tidak ada rencana sama sekali, tidak ada settingan," kata Dede Sunandar.
Klarifikasi itu disampaikan Dede saat berada di dalam mobil bersama Vicky Prasetyo dalam perjalanan menuju rumah sakit. Dede hendak menjalani pemeriksaan CT scan kepala setelah terjatuh dan sempat tidak sadarkan diri akibat terkena pukulan keras dalam pertandingan tinju.
Dede Sunandar Sebut Vicky Masih Terbawa Emosi
Dede mengakui pertandingan berlangsung dalam suasana yang cukup emosional. Ia menduga Vicky Prasetyo masih terbawa suasana setelah sebelumnya terlibat pertandingan bersama dirinya dan Bedu.
"Namanya kita nggak tahu seberapa kerasnya dan mungkin itu waktu pas aku maju, mungkin emosinya Pak Vicky masih memuncak," ujar Dede.
Meski sempat mengalami insiden hingga kehilangan kesadaran, Dede menilai Vicky menunjukkan kepedulian setelah pertandingan. Vicky bahkan langsung membawa Dede ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan di Jambi.
Vicky juga mendampingi Dede hingga kembali ke Jakarta. Pada Senin (5/10), Vicky kembali menemani Dede menjalani pemeriksaan CT scan kepala untuk memastikan kondisi kesehatan Dede setelah mengalami benturan dalam pertandingan pada akhir pekan lalu.
Dede Apresiasi Sikap Vicky Prasetyo
Dede menyampaikan apresiasi kepada Vicky yang tetap memberikan perhatian setelah insiden tersebut. Ia menilai tindakan Vicky menunjukkan sisi kemanusiaan di tengah situasi pertandingan.
"Terima kasih banyak juga buat Pak Vicky yang sudah memanusiakan manusia di saat pertandingan," kata Dede.
Sementara itu, Vicky Prasetyo menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang dialami Dede. Ia mengakui olahraga tinju memiliki risiko dan tidak bisa dianggap sebagai pertandingan biasa.
"Saya secara pribadi juga minta maaf ke Dede kalau terjadi hal yang tidak diinginkan. Ini pembelajaran banget bahwa memang tinju bukan sembarangan," ujar Vicky.
Vicky juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Dede Sunandar. Ia berharap kondisi Dede segera membaik setelah menjalani pemeriksaan medis.
"Saya pribadi juga minta maaf buat keluarganya Dede, semuanya. Mudah-mudahan Dede bisa sehat kembali," kata Vicky.
Dede Sunandar Jalani CT Scan Kepala
Insiden yang dialami Dede menjadi perhatian karena pukulan keras dalam olahraga tinju dapat menimbulkan risiko cedera, termasuk pada bagian kepala. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan kondisi setelah mengalami benturan.
Bagi Dede Sunandar, pemeriksaan CT scan menjadi langkah lanjutan untuk memastikan kondisinya setelah sempat pingsan di atas ring. Ia pun mendapat pendampingan dari Vicky Prasetyo selama proses pemeriksaan tersebut.
Kejadian ini sekaligus menunjukkan bahwa pertandingan tinju tetap memiliki risiko cedera, meskipun berlangsung dalam konteks hiburan. Benturan keras membutuhkan penanganan dan pemeriksaan medis agar kondisi petinju dapat dipastikan secara lebih menyeluruh.
Editor : I Putu SuyatraSumber : Jawa Pos