Profil Israel Houghton, Musisi Gospel dengan 8 Grammy yang Konsernya Ditolak Indonesia

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Penyanyi gospel asal Amerika Serikat, Israel Houghton dilarang masuk ke Indonesia karena terindikasi mendukung Israel. imigrasi memastikan tidak akan menerbitkan visanya. (Instagram @ditjen_imigrasi)

Penyanyi gospel asal Amerika Serikat, Israel Houghton dilarang masuk ke Indonesia karena terindikasi mendukung Israel. imigrasi memastikan tidak akan menerbitkan visanya. (Instagram @ditjen_imigrasi) 

BALIEXPRESS.ID – Nama Israel Houghton tengah menjadi sorotan di Indonesia setelah pemerintah memastikan tidak memberikan izin bagi rencana konsernya di Tanah Air. Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan akan menolak permohonan visa Houghton apabila ia mengajukannya untuk kembali tampil di Indonesia.

Di balik polemik tersebut, Israel Houghton bukanlah nama baru di dunia musik internasional. Pria asal Amerika Serikat itu telah berkarier lebih dari tiga dekade sebagai penyanyi gospel, penulis lagu, produser, arranger, sekaligus worship leader.

Houghton dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perkembangan gospel dan contemporary Christian music. Musiknya tidak hanya mengandalkan gospel tradisional, tetapi memadukan unsur jazz, rock, soul, musik Kristen kontemporer, hingga berbagai pengaruh budaya.

Lantas, siapa sebenarnya Israel Houghton dan bagaimana perjalanan kariernya hingga meraih banyak penghargaan Grammy?

Profil Israel Houghton

Israel Houghton lahir di Oceanside, California, Amerika Serikat, pada 19 Mei 1971. Ia tumbuh dalam lingkungan multikultural yang kemudian turut memengaruhi karakter musiknya.

Sejak awal karier, Houghton dikenal memiliki pendekatan berbeda dalam bermusik. Ia memadukan musik worship dengan gospel, jazz, rock, soul, dan elemen musik dari berbagai budaya.

Kariernya dalam pelayanan musik dimulai pada 1989. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1995, Houghton mendirikan New Breed Ministries bersama sejumlah musisi dan penyanyi.

Dari perjalanan tersebut kemudian berkembang nama Israel & New Breed, kelompok musik yang menjadi bagian penting dari identitas karier Houghton hingga saat ini.

Perjalanan Karier Israel & New Breed

Houghton mulai membangun karier rekamannya pada akhir 1990-an. Sejumlah album seperti Whisper It Loud dan Way of the World menjadi bagian awal perjalanan musiknya.

Nama Israel & New Breed kemudian semakin dikenal setelah merilis New Season pada 2001. Popularitasnya berlanjut melalui album Real pada 2002 dan Live from Another Level pada 2004.

Karya-karya tersebut memperlihatkan ciri khas Houghton dalam menggabungkan musik worship dengan elemen gospel dan musik populer.

Salah satu tonggak penting kariernya datang melalui Alive in South Africa. Proyek yang direkam di Cape Town pada 2005 tersebut kemudian mengantarkan Israel & New Breed meraih Grammy Award untuk kategori Best Traditional Gospel Album pada 2007.

Selain menjadi penyanyi, Houghton juga aktif sebagai penulis lagu dan produser. Sejumlah lagu yang dikenal lekat dengan namanya antara lain “Friend of God”, “Again I Say Rejoice”, “Jesus at the Center”, dan “Your Presence Is Heaven”.

Israel Houghton Punya 8 Grammy

Karier panjang Israel Houghton juga dihiasi berbagai penghargaan bergengsi. Berdasarkan catatan Grammy Awards, hingga 2026 ia telah mengoleksi delapan kemenangan Grammy dari 19 nominasi.

Sejumlah penghargaan tersebut diraih melalui karya Israel & New Breed maupun kolaborasinya dengan musisi gospel lainnya.

Beberapa karya yang turut membawanya meraih penghargaan antara lain The Power of One, Love God. Love People., dan Covered: Alive in Asia.

Pada Grammy Awards 2026, Israel & New Breed kembali mencatat prestasi setelah memenangkan kategori Best Contemporary Christian Music Album melalui Coritos Vol. 1.

Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan musik Houghton tidak berhenti pada kesuksesan di masa lalu. Ia tetap aktif dan mendapatkan pengakuan di industri musik Kristen internasional.

Membawa Musik Melintasi Budaya

Salah satu ciri utama musik Israel Houghton adalah kemampuannya menggabungkan berbagai latar budaya.

Sejak awal, Israel & New Breed membawa konsep musik worship yang berusaha menjembatani perbedaan budaya, bahasa, dan generasi melalui musik.

Pendekatan tersebut membuat Houghton tidak hanya dikenal di Amerika Serikat. Bersama Israel & New Breed, ia telah tampil di berbagai negara dan membangun basis penggemar internasional.

Karakter musiknya yang lintas budaya juga menjadi salah satu alasan nama Houghton cukup dikenal dalam perkembangan musik gospel dan contemporary Christian music dunia.

Mengapa Konser Israel Houghton Ditolak Indonesia?

Sorotan terhadap Israel Houghton di Indonesia kali ini muncul setelah pemerintah memutuskan tidak memberikan izin terhadap rencana konser Israel & New Breed di Jakarta yang dijadwalkan pada 24 Oktober 2026.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan keputusan tersebut berkaitan dengan pertimbangan keamanan serta kekhawatiran konser dimanfaatkan untuk kegiatan politik yang mendukung Israel.

Menurut pemerintah, kegiatan serupa di sejumlah negara disebut pernah dikaitkan dengan pernyataan politik mengenai dukungan terhadap Israel. Pemerintah menilai isu tersebut sensitif karena berkaitan dengan posisi politik luar negeri Indonesia yang mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko kemudian menegaskan bahwa hingga 5 Oktober 2026 belum terdapat permohonan visa atas nama Israel Houghton.

Namun, apabila Houghton mengajukan visa untuk kedatangannya kali ini, Imigrasi menyatakan permohonan tersebut akan ditolak.

Hendarsam juga menyebut nama Houghton telah dimasukkan dalam subject of interest untuk kepentingan pemantauan keimigrasian. Kebijakan tersebut, menurut pemerintah, mempertimbangkan kepentingan masyarakat, harmoni sosial, dan keamanan nasional.

Pernah Dapat Visa Indonesia pada Januari 2026

Ada fakta lain yang membuat kebijakan terbaru pemerintah terhadap Houghton menjadi perhatian. Sebelumnya, Israel Houghton pernah memperoleh visa performa (performer visa) untuk Indonesia pada Januari 2026.

Artinya, keputusan terbaru tersebut berkaitan dengan rencana kedatangannya kali ini dan pertimbangan pemerintah terhadap situasi yang berkembang, bukan semata-mata karena statusnya sebagai musisi gospel.

Kini, nama Israel Houghton kembali menjadi perbincangan publik Indonesia. Di luar polemik mengenai rencana konsernya, ia tetap tercatat sebagai salah satu figur berpengaruh dalam perkembangan musik gospel dan contemporary Christian music dunia.

Dengan perjalanan karier lebih dari tiga dekade, puluhan nominasi dan delapan kemenangan Grammy, Israel Houghton telah membangun jejak panjang sebagai penyanyi, pencipta lagu, produser, dan worship leader yang membawa musik gospel melintasi batas budaya dan generasi.


 

Editor : I Putu Suyatra
Sumber : Jawa Pos
Israel Houghton konser