Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sanggar Santhi Budaya Raih Juara 2 di Cheonan International Dance Festival

I Komang Gede Doktrinaya • Selasa, 4 Oktober 2022 | 22:21 WIB
BERPOSE: Para seniman Sanggar Santhi Budaya yang mengikuti Cheonan International Dance Festival berpose usai menampilkan tiga buah garapan seni di Korea Selatan. Dokumentasi Sanggar Santhi Budaya/Bali Express
BERPOSE: Para seniman Sanggar Santhi Budaya yang mengikuti Cheonan International Dance Festival berpose usai menampilkan tiga buah garapan seni di Korea Selatan. Dokumentasi Sanggar Santhi Budaya/Bali Express
SINGARAJA, BALI EXPRESS- Sanggar Seni Santhi Budaya, duta Bali berhasil membuktikan kualitasnya di kancah internasional. Sebagai salah satu perwakilan dari Indonesia, sanggar seni ini masuk 3 besar dalam ajang Cheonan International Dance Festival yang diselenggarakan oleh Federation International Dance Arts Festival (FIDAF) di Cheonan, Korea Selatan (Korsel).

FIDAF merupakan organisasi nirlaba di bawah UNESCO yang fokus menyelenggarakan festival seni tari internasional sebagai sarana diplomasi 47 negara. Salah satu anggotanya Indonesia yang diwakili Sanggar Seni Santhi Budaya dari Singaraja.

Dalam festival itu, Santhi Budaya memboyong 19 orang seniman. “Kami di sini mengikuti kompetisi koreografi,” kata I Gusti Ngurah Eka Prasetya, pendiri Sanggar Seni Santhi Budaya, saat dikonfirmasi via telepon Senin (3/10).

Sampainya sanggar itu ke kancah internasional tentu melalui berbagai seleksi. Sanggar ini masuk seleksi selama satu tahun dari 2020. Namun karena pandemi, festival diundur hingga tahun 2022 ini.

“Setelah itu ada seleksi lagi di Cheonan sehingga ada 6 negara yang lolos seleksi semifinal dari 47 negara. Kami dari Indonesia berhasil meraih juara dua dengan Silver Prize dan merupakan pertama kalinya Indonesia meraih tiga besar dalam ajang itu,” tambah Eka.

Ada tiga garapan yang dipertunjukkan dalam festival itu. Yang pertama adalah parade dengan durasi 5 menit. Kemudian seni Ngeliput yang berdurasi 5 menit dan satu lagi dengan durasi 10 menit yang diberi judul Binneda.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Eka itu menjelaskan, selain prestasi yang diraih kali ini, sanggarnya telah mencetak segudang prestasi diantaranya sebagai duta seni topeng dunia 2008 di Imaco — Andong Korsel , Pesta Gendang Malaka Malaysia 2013, Weifang International Dance Festival 2019 di China, serta Fiesta Folkloriada World  Dance Festival — Fidaf Unesco 2019 di Manila. (dhi/wan)

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Juara 2 di Korsel #Cheonan International Dance Festival #Sanggar Santhi Budaya